Tampilkan postingan dengan label Rahasia Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rahasia Dunia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 April 2013

Inilah Buktinya Kalau Pasukan Elite Waffen SS Jerman Banyak Yang Muslim

| |
0 komentar
Masih dari kisah perang dunia, NAZI Jerman dan Hitler pasti tetap icon sepanjang masa dalam sejarah perang dunia. Kegigihan pasukan jerman di medan pertempuran dimasa itu, pasti menyimpan banyak cerita unik. cerita tentang senjata rahasia jerman, cerita kekejaman pasukan jerman, dan pasti ada cerita menarik dari personal yang andil dalam perang dan tentara jerman pada masa itu.

Waffen SS atau SS Waffen pasti melekat dengan negara jerman dan Adolf Hitler. Waffen SS bisa dikatakan sebagai pasukan elite dimasa itu bagian dari divisi infantri. Ibarat senjata mematikan dan sangat tangguh dimedan pertempuran. Pasukan waffen SS terkenal dengan pemimpin dan komandan hebatnya. makanya waffen ss selalu menjadi pasukan terdepan di setiap pertempuran.

pasukan elite SS waffen jerman

waffen ss jerman

Mereka terdiri dari pemuda pemuda yang ikut dalam wajib militer. Dan mereka terdiri dari beragam ras dan ideologi. Mereka juga banyak dari kroasia, bosnia, ukrania, polandia dan negara eropa lainnya. Jadi Waffen SS jerman tidak murni dari orang jerman asli.

pasukan waffen ss jerman dari muslim bosnia 



Karena Yahudi Israel yang jadi sasaran Ideologi Adolf Hitler, maka Hitler pun banyak merekrut orang orang diluar jerman yang memiliki visi yang sama dengan ide Adolf Hitler. Dari sekian banyak anggota pasukan Ss waffen jerman banyak diantaranya adalah orang orang muslim yang taat. mereka kebanyakan dari Etnis bosnia. Di selah selah perang mereka tetap menunaikan ibadah sholat berjamaah. Ini fotonya kalau pasukan elite SS waffen jerman banyak yang beragama Islam dan mereka sholat berjamaah diwaktu perang dunia.

Itu artinya, isu ideologi dan agama adalah sentimen yang sensitif dan mudah dipicu untuk memusuhi bahka untuk mencari dukungan kelompok tertentu. Dan agama juga bisa dijadikan kambing hitam oleh kelompok tertentu yang piawai didunia politik. Dahulu komunis menjadi musuh dunia, tetapi sekarang Agama Islam dijadikan musuh oleh dunia tertentu, bahkan dinegeri Islam sendiri.

Jika dahulu banyak prajarit muslim dilatih dengan skill khusus untuk dijadikan alat di medan pertempuran melawan musuh muslim, tetapi sekarang banyak muslim dididik untuk dijadikan alat perang fisiologis, dan perang untuk memerangi muslim itu sendiri, dan parahnya tetep Islam yang jadi kambing hitam jika ada pergolakan. Dahulu Islam bersatu walau beda negara, tapi sekarang Islam malah justru bercerai berai walau dalam satu negara. Itu akibat jika agama dijadikan alat politik oleh kelompok tertentu dengan agenda tertentu, kapan pemikir Islam menyadarinya? Akan musnah kata "Sesama muslim adalah saudara" dimuka bumi ini, jika sesama muslim saling fitnah, saling menghujat, saling mencaci maki, siapa yang menang??? Pastinya yang menang pasukan "SS" alias "SETAN SUPER". Semoga postingan Cybermales yang berjudul
Inilah Buktinya Kalau Pasukan Elite Waffen SS Jerman Banyak Yang Muslim, bisa ditarik kesimpulannya. Muslim bukan alat politik.

Read More

Senin, 08 April 2013

Wanita Wanita Hebat Dalam Sejarah Perang Dunia

| |
0 komentar
Dalam situasi perang siapapun mereka pria, wanita dan anak anak pastilah akan ikut andil didalamnya, entah itu sebagai prajurit, medis, ataupun logistik lainnya. Tapi yang memilukan adalah nasib anak anak dalam perang. Perang hanya menciptakan kehancuran, baik yang memenagkan perang maupun mereka yang kalah dalam perang. Perang juga ekspresi dari rasa ego, sentimen berlebihan, kesombongan akan merasa paling hebat dan tidak mau dikalahkan. Perang hanyalah alat dari beberapa orang yang penuh ambisi, dan dipropokasikan pada pemegang kendali tertinggi. Uji coba pertahanan dan uji coba senjata terbaru dalam medan perang adalah mutlak. Sehebat apapun senjata yang dibuat belum lengkap jika belum diuji cobakan dalam perang.

Perang klasik rasanya lebih memiliki kesan sportif dan adu kekuatan sesungguhnya. lihat saja catatan sejarah perang diselutuh dunia. Pemimpin dan komandan tertinggi selalu aktif dimedan perang, Adu senjata dalam jarak dekat antara prajurit terdepan dimedan perang sangatlah lebih baik ketimbang perang modern yang banyak mengandalkan satelit, komputer dan kehebatan teknologi.

Tapi perang tetaplah perang, selalu ada kisah kisah heroik didalamnya walau banyak juga kisah sedih, kekejaman, penindasan, pembunuhan massal dan kehancuran. Perang bukan hanya milik pria dalam perang sesungguhnya, wanitapun sangat berperan dan memilki perang dalam suatu perang terbuka. dalam catatan selama perang dunia baik perang dunia ke-1 dan perang dunia ke-2, ada sosok wanita hebat dalam perang dunia diseluruh dunia. Perempuan juga memainkan peran yang signifikan selama perang.

Seperti Pabrik pabrik produksi kelengkapan perang di Amerika dan Inggris memiliki sebagian besar perempuan yang bekerja di dalamnya. Di Rusia wanita juga banyak menjadi pekerja di pabrik alat perang seperti pembuatan tank, senjata dan pesawat tempur, Perempuan Rusia juga memainkan peran besar dalam zona konflik tidak hanya sebagai perawat tetapi juga sebagai tentara. Terutama di Stalingrad. Emansipasi wanita dalam perang rasanya sudah setarap dengan pria dalam perang dunia yang pernah ada, termasuk wanita hebat dalam perang dan sejarah di Indonesia, tidak hanya R.A Kartini wanita pencetus emansipasi wanita, tetapi ada banyak wanita wanita hebat dalam perang yang terjun langsung dimedan perang yang pernah terjadi di bumi Inodnesia, untuk jelasnya baca postingan yang lalu Baca disini dan Baca disini

Berikut foto wanita wanita hebat dalam perang dunia :

wanita wanita hebat dalam perang dunia

Wanita anggota pasukan  SS Jerman

Prajurit Wanita Jerman dalam Pasukan Anti Aircraft

Polisi wanita semasa perang dunia ke-2

Tim medis wanita dari pasukan amerika

Pasukan wanita sedang dieksukusi tenta Jerman

wanita pekerja pada instalasi militer jepang pada perang dunia


Para wanita soviet melawan pasukan Jerman

Wanita Yahudi ketika melawan Jerman dalam perang dunia ke-2
Ada juga wanita yang tidak terlibat langsung dimedan pertempuran seperti R.A Kartini tapi berkarya langung membuat film dokumenter. Sebut dia Reni Liefenstahl (22 Agustus 1902 - September 8, 2003) adalah seorang sutradara film Jerman, aktris dan penari banyak dicatat untuk estetika dan inovasi sebagai pembuat film. Filmnya yang paling terkenal adalah Triumph of the Will, sebuah film dokumenter yang dibuat pada kongres 1934 di Nuremberg dari Partai Nazi. Riefenstahl menonjol dalam Reich Ketiga, bersama dengan asosiasi pribadinya dengan Adolf Hitler, menghancurkan karir filmnya menyusul kekalahan Jerman dalam Perang Dunia II, setelah itu ia ditangkap namun dibebaskan tanpa tuduhan.


Reni Liefenstahl
Dan ada juga prajurit wanita yang terlibat dan ikut langsung dimedan perang dan sampai saat ini namanya tercatat sebagai wanita paling hebat dalam sejarah perang dunia, dan memegang rekir tertinggi sniper wanita top dunia. Namanya Lyudmila Pavlichenko, seorang wanita penembak runduk atau sniper wanita rusia, dia berhasil menembak mati 309 orang, termasuk 36 penembak jitu Jerman selama Perang Dunia II. erterlibatan para penembak runduk (sniper) di dalam sebuah petempuran hampir bisa dipastikan dibayangi aroma kerahasiaan sebagai dampak budaya "ambil jalan pintas" yang acap diambil para komandan pasukan.

Lyudmila Pavlichenko sniper wanita terhebat sepanjang sejarah perang dunia

Di Indonesia pernah ada penembak runduk ( sniper ) pada masa kolonial belanda yang tidak kalah hebatnya, dalam sejarah tewasnya Mayor Jenderal JHR Kohler di depan Mesjid Raya Baitul Rachman,  Kutaraja (Banda Aceh) pada tanggal 14 April 1873. Saat itu pasukan ekspedisi Belanda berkekuatan sekitar 5.000  orang yang telah sembilan hari menyerang Kesultanan Aceh berhasil mendobrak pertahanan Laskar Aceh di Mesjid Raya dan kemudian membakarnya hingga ludes. Saat itu Mayor Jenderal JHR Kohler yang tengah mengadakan inspeksi situasi palagan hendak beristirahat di bawah sebuah pohon yang berjarak sekitar 100 meter dari mesjid.  Sebuah tembakan meletus dan mengenai tepat di kepalanya hingga membuat Mayor Jenderal JHR Kohler tewas seketika. Pelakunya, yang kemudian di berondong pasukan Belanda, ternyata seorang remaja Laskar Aceh berusia 19 tahun yang bersembunyi di reruntuhan mesjid.

Dan mungkin masih banyak lagi wanita wanita hebat lain dimedan pertempuran diseluruh dunia dan mungkin tidak tercatat dalam sejarah dunia. Tapi tetaplah perang bukan jalan bijak untuk menempatkan suatu negara dalam posisi superior dunia. Jika melihat sekarang kawasan asia jadi ajang propaganda negara tertentu dan tidak menutup kemungkinan akan pecah perang dunia ke-3. Prajurit wanita korea utarapun telah banyak yang siap perang melawan amerika serikat membela negaranya, kenapa korea utara? mungkin karena Iran jauh dari amerika dan sekutunya. jika perang terbuka terjadi antara korea utara dan korea selatan yang dibantu amerika, bisa jadi Iran akan menembakan nuklirnya ke israel, dan Israel pun akan membalas dengan melepaskan senjata ke negara yang selama ini memusuhinya. Artinya perang menjadi terbuka untuk seluruh belahan dunia, Itu artinya perang dunia ke-3 segera dimulai, dan kehancuran dunia akan terjadi,
KIAMAT yang disebabkan manusia sendiri. Siapa Dalangnya..???? Super Dajjal.

Catatan :  "Postingan ini adalah asli dari Cybernales"

Read More

Kamis, 07 Maret 2013

Mengenal Kesultanan Sulu

| |
0 komentar
Kesultanan Sulu adalah sebuah pemerintahan Muslim yang pernah suatu masa dahulu menguasai Laut Sulu di Filipina Selatan. Kesultanan ini didirikan pada tahun 1450. Pada zaman kegemilangannya, negeri ini telah meluaskan perbatasannya dari Mindanao hingga negeri Sabah. Dalam Kakawin Nagarakretagama, negeri Sulu disebut Solot, salah satu negeri di kepulauan Tanjungnagara (Kalimantan-Filipina) yaitu salah satu kawasan yang menjadi daerah pengaruh mandala kerajaan Majapahit di Nusantara. Negeri Sulu terletak di lepas pantai timur laut pulau Kalimantan.

Pada tahun 1380, seorang ulama keturunan Arab, Karim ul-Makdum memperkenalkan Islam di Kepulauan Sulu. Kemudian tahun 1390, Raja Bagindo yang berasal dari Minangkabau melanjutkan penyebaran Islam di wilayah ini. Hingga akhir hayatnya Raja Bagindo telah mengislamkan masyarakat Sulu sampai ke Pulau Sibutu.

Sekitar tahun 1450, seorang Arab dari Johor yaitu Shari'ful Hashem Syed Abu Bakr tiba di Sulu. Ia kemudian menikah dengan Paramisuli, putri Raja Bagindo. Setelah kematian Raja Bagindo, Abu Bakr melanjutkan pengislaman di wilayah ini. Pada tahun 1457, ia memproklamirkan berdirinya Kesultanan Sulu dan memakai gelar "Paduka Maulana Mahasari Sharif Sultan Hashem Abu Bakr". Gelara "Paduka" adalah gelar setempat yang berarti tuan sedangkan "Mahasari" bermaksud Yang Dipertuan.

Pada tahun 1703, Kesultanan Brunei menganugerahkan Sabah Timur kepada Kesultanan Sulu atas bantuan mereka menumpas pemberontakkan di Brunei. Pada tahun yang sama, Kesultanan Sulu menganugerahkan Pulau Palawan kepada Sultan Qudarat dari Kesultanan Maguindanao sebagai hadiah perkawinan Sultan Qudarat dengan puteri Sulu dan juga sebagai hadiah persekutuan Maguindanao dengan Sulu. Sultan Qudarat kemudian menyerahkan Palawan kepada Spanyol.


mengenal kesultanan sulu
Dalam sejarahnya, sejak 1473 hingga 1658, Sabah yang dahulunya dikenal sebagai North Borneo merupakan wilayah Kesultanan Brunei. Namun pada 1658, Sultan Brunei memberikan wilayah ini kepada Sultan Sulu. Pemberian ini sebagai balas jasa bagi Sultan Sulu yang membantu meredam perang sipil di Kesultanan Brunei.

Pada 1761, Alexander Dalrymple, seorang pejabat Bristish East India Company, melakukan perjanjian dengan Sultan Sulu untuk menyewa Sabah sebagai pos perdagangan Inggris. Kesepakatan sewa-menyewa itu termasuk penyediaan tentara oleh Kesultanan Sulu untuk mengusir Spanyol.

Pada 1846, pantai barat Borneo diserahkan oleh Sultan Brunei ke Inggris. Jadilah pantai barat Borneo itu menjadi koloni Kerajaan Inggris.

Di tahun-tahun berikutnya, terjadi serangkaian penyerahan hak sewa atas Sabah atau North Borneo ini. Akhirnya hak sewa jatuh ke Alfred Dent yang kemudian membentuk perusahaan yang dikenal dengan British North Borneo Company.

Pada 1885, Inggris, Spanyol, dan Jerman, menandatangani Protokol Madrid yang mengakui kedaulatan Spanyol di Kepulauan Sulu. Pengakuan ini ditukar dengan pelepasan Spanyol atas segala klaimnya di Borneo Utara atau Sabah untuk mendukung Ingris. Pada 1888, Sabah resmi menjadi protektorat Inggris--yang kemudian menduduki Malaysia sebagai jajahan.

Setelah Perang Dunia II, Inggris berniat mengembalikan Sabah ke Kesultanan Sulu. Untuk proses itu, dilakukanlah pemungutan suara, untuk menentukan apakah rakyat Sabah memilih bergabung dengan Federasi Malaisia atau kembali ke Kesultanan Sulu. Dan hasilnya, rakyat Sabah lebih memilih bergabung ke Malaysia daripada kembali ke Sulu.

Pada 16 September 1963, Sabah bersatu dengan  Malaysia, Sarawak, dan Singapura, membentuk  Federasi Malaysia merdeka. Klaim ahli waris Kesultanan Sulu tidak hanya didasarkan pada perjanjian sewa antara Kesultanan dengan North Borneo Company yang dibentuk Inggris. Namun, klaim itu juga didasarkan pada keputusan pengadilan tinggi North Borneo pada 1939. Klaim ini dianggap lebih dulu, jauh sebelum pembentukan Federasi Malaysia.

source: http://www.sandakan.com/sultansabah/sultansabah.html

Read More

Rabu, 23 Januari 2013

Pesawat Terbang Aneh K7 Kalinin Milik Uni Soviet

| |
0 komentar
Pada tahun 1930 tentara Uni Soviet atau Rusia terobsesi dengan gagasan untuk menciptakan pesawat besar yang bisa melintasi benua. Mereka menciptakan sebuah pesawat terbang super besar, tujuan utama untuk mengangkut pasukan perang dan logistik kemedan pertempuran denganjumlah besar, dibentuklah rancangan pesawat super besar yang dinamakan K7 Kalinin Dirancang oleh Konstantin Kalinin.

K7 merupakan pesawat terbang eksperimental berat yang dirancang dan diuji di Uni Soviet pada awal 1930.
Mirip seperti benteng besar yang bisa terbang lengkap dengan menara senapan mesin. K-7 dirancang sebagai pesawat sipil dan militer serbaguna. Badan pesawat itu dilas dari chrome molybdenum baja. Dengan 6 mesin di sayap terdepan, K7 termasuk Pesawat terbesar bersama B-52  saat itu. The K-7 pertama kali terbang pada tanggal 11 Agustus 1933. Penerbangan pertama sangat singkat menunjukkan ketidakstabilan dan getaran serius yang disebabkan  oleh beresonansi badan pesawat dengan frekuensi mesin. Sumper bomber K7 berhasil melakukan uji terbang sebanyak 6 kali. tanggal 21 November 1933 pernah mengalamai kecelakaan dan menewaskan 14 orang, ada juga spekulasi adanya sabotase karena masalah politik.
Pada tahun 1938 Kalinin dieksekusi sebagai musuh negara selama pembersihan Stalinis.

pesawat terbang aneh k7 kalinin



Foto foto di bawah ini adalah foto pesawat terbang super K-7 Kalinin milik Uni Soviet atau rusia.
K-7 adalah sayap elips raksasa airfoil sangat tebal (rentang 53m, luas 452m2) dengan dua booming segitiga bagian ekor, Sayap lurus (lebar 6m, panjang 10m, tinggi 2.33M) memiliki ruang untuk payload dan orang-orang. Konsol elips dengan 14 tangki bahan bakar yang melekat pada centroplane tersebut. pesawatterbang K7 tetap adalah proyek rahasia militer uni soviet.



Sebuah pemikiran besar dari orang orang dimasa lalu yang minim dukungan alat dan teknologi, yang terkadang juga belum terpikirkan oleh banyak orang termasuk zaman sekarang yang seharusnya lebih banyak penemuan hebat karena lebih mudah dengan bantuan technology yang sudah
ada saat ini.

Credit image :  http://www.flyingmidshipmen.org
Read More

Selasa, 15 Januari 2013

Peristiwa Dan Tokoh Malari 15 Januari 1974

| |
0 komentar
Peristiwa Malari (Malapetaka Limabelas Januari) adalah peristiwa demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan sosial yang terjadi pada 15 Januari 1974. Peristiwa itu terjadi saat Perdana Menteri (PM) Jepang Tanaka Kakuei sedang berkunjung ke Jakarta (14-17 Januari 1974). Mahasiswa merencanakan menyambut kedatangannya dengan berdemonstrasi di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Karena dijaga ketat, rombongan mahasiswa tidak berhasil menerobos masuk pangkalan udara. Tanggal 17 Januari 1974 pukul 08.00, PM Jepang itu berangkat dari Istana tidak dengan mobil, tetapi diantar Presiden Soeharto dengan helikopter dari Bina Graha ke pangkalan udara.

peristiwa malari 1974
 
Kedatangan Ketua Inter-Governmental Group on Indonesia (IGGI), Jan P. Pronk dijadikan momentum untuk demonstrasi antimodal asing. Klimaksnya, kedatangan PM Jepang, Januari 1974, disertai demonstrasi dan kerusuhan.  Usai terjadi demonstrasi yang disertai kerusuhan, pembakaran, dan penjarahan, Jakarta berasap. Soeharto memberhentikan Soemitro sebagai Panglima Kopkamtib, langsung mengambil alih jabatan itu. Jabatan Asisten Pribadi Presiden dibubarkan. Kepala Bakin, Sutopo Juwono digantikan oleh Yoga Soegomo.

Dalam peristiwa Malari Jenderal Ali Moertopo menuduh eks PSII dan eks Masyumi atau ekstrem kanan adalah dalang peristiwa tersebut. Tetapi setelah para tokoh peristiwa Malari seperti Syahrir dan Hariman Siregar diadili, tidak bisa dibuktikan bahwa ada sedikitpun fakta dan ada seorangpun tokoh eks Masyumi yang terlibat di situ. Belakangan ini barulah ada pernyataan dari Jenderal Soemitro (almarhum) dalam buku Heru Cahyono, Pangkopkamtib Jendral Soemitro dan Peristiwa Malari bahwa ada kemungkinan kalau justru malahan Ali Moertopo sendiri dengan CSIS-nya yang mendalangi peristiwa Malari

Pada pertengahan Januari 1974, ketika hari masih sangat pagi, Hariman Siregar dibangunkan dari selnya di Rumah Tahanan Militer Budi Utomo, Jakarta Pusat. Sudah dua hari ia ditahan di sana karena dituduh terlibat dalam peristiwa Malapetaka 15 Januari 1974, yang dikenal dengan sebutan Peristiwa Malari.

hariman siregar tokoh malari 1974

Pagi itu, Hariman diperbolehkan keluar dari sel sebentar untuk pergi ke Rumah Sakit St. Carolus, karena Sriyanti, istrinya, dalam kondisi mencemaskan ketika hendak melahirkan anak kembar. Pada saat Hariman sampai di rumah sakit, kabar sedih menerpa: bayi kembar yang baru saja dilahirkan Sriyanti telah meninggal. Esok harinya, Sriyanti pun mengalami koma sebelum akhirnya mengalami hilang ingatan untuk selamanya. Beberapa waktu kemudian, Kalisati Siregar, ayah Hariman, juga meninggal.

Barangkali, itulah masa-masa terberat bagi sosok Hariman Siregar. Setelah dipenjara rezim Soeharto, ia mesti kehilangan anak, ayah, sekaligus menyaksikan istrinya sakit berkepanjangan. “Kalau ingat masa itu, gue jengkel. Membicarakan ini rasanya tidak menyenangkan. Bayarannya tidak imbang. Semuanya sudah habis,” kata Hariman mengomentari masa-masa suram itu.

Kesedihan berat yang menimpa Hariman itulah yang menjadi kisah pembuka dalam buku Hariman & Malari ini. Buku ini merupakan biografi yang ditulis dengan sudut pandang orang ketiga. Bukan memoar yang mengambil sudut pandang orang pertama, yang belakangan marak. Diterbitkan Q-Communication–yang beberapa kali menerbitkan buku biografi tokoh ternama–buku ini ditulis Imran Hasibuan, Airlambang, dan Yosef Rizal dan diterbitkan pada Januari 2011.

Secara garis besar, ada empat bagian dalam buku ini. Bagian pertama berisi kisah hidup Hariman. Bagian kedua menyuguhkan galeri foto. Bagian ketiga menampilkan komentar para tokoh ihwal sosok Hariman. Sedangkan bagian terakhir mengetengahkan sejumlah tulisan Hariman.

Dalam literatur gerakan mahasiswa di Indonesia, nama Hariman Siregar selalu diidentikkan dengan Peristiwa Malari. Sebagaimana banyak diketahui, Malari adalah julukan yang mencakup dua peristiwa yang berdekatan waktu, meski belum tentu berkaitan. Peristiwa pertama adalah demonstrasi besar-besaran mahasiswa di Jakarta pada 15 Januari 1974.

Aksi itu terutama berkaitan dengan kedatangan Perdana Menteri Jepang, Kakuei Tanaka, ke Indonesia. Pada hari itu, ratusan mahasiswa dan pelajar melakukan long march dari Universitas Indonesia (UI) di Salemba, Jakarta Pusat, ke Universitas Trisakti di Grogol, Jakarta Barat.

Tujuan utama aksi itu sesungguhnya menuntut pemerintah mengubah kebijakan pembangunan dan ketergantungan pada modal asing. Selain itu, juga mendesak penguasa menangani secara serius berbagai penyelewengan dan korupsi yang kian merajalela serta penguatan lembaga penyalur pendapat rakyat. Di Trisakti, mereka melakukan mimbar bebas hingga sore hari.

Pada saat hampir bersamaan, terjadi peristiwa kedua, yakni kerusuhan massal di sejumlah sudut kota Jakarta. Massa melakukan pembakaran, perusakan, dan penjarahan terhadap sejumlah gedung. Dalam kerusuhan yang berlangsung selama dua hari itu, 11 orang meninggal, ratusan mobil dan sepeda motor rusak, serta lebih dari 100 gedung dan bangunan hangus dibakar. Meski para tokoh mahasiswa menyatakan kerusuhan itu tidak ada kaitannya dengan demonstrasi mahasiswa, pemerintah tetap menangkap sejumlah pentolan mahasiswa.

Sebagai Ketua Dewan Mahasiswa UI, Hariman Siregar ada dalam daftar utama target penangkapan. Dalam pengadilan yang digelar untuknya, ia divonis enam tahun penjara (walaupun prakteknya ia hanya dipenjara kurang dari tiga tahun) karena dianggap melakukan tindakan subversi, yakni merongrong haluan negara.

Setelah dibebaskan dari penjara, naluri aktivis Hariman tidak surut. Ia kembali terlibat menyokong gerakan mahasiswa 1978 yang menolak Soeharto sebagai presiden kembali. Setelah itu, nama pria kelahiran Padang Sidempuan, Sumatera Utara, 1 Mei 1950, itu memang tak bisa dilepaskan dari dunia pergerakan hingga sekarang.

Namun, sejatinya, pelekatan Peristiwa Malari di belakang nama Hariman tidaklah tepat. Sebab, faktanya, kerusuhan yang diwarnai pencurian, pembakaran, dan terbunuhnya belasan orang itu merupakan aksi yang sama sekali terpisah dari gerakan mahasiswa ketika itu. Kerusuhan itu juga tidak bisa dibilang 100% inisiatif masyarakat Jakarta yang mendukung aksi-aksi mahasiswa, melainkan lebih cenderung ada tangan ketiga yang menggerakkannya.

Seperti kesaksian mantan Panglima Kopkamtib Jenderal (purnawirawan) Soemitro dalam memoarnya. Menurut dia, kelompok “jaringan intel lepas” Opsus (Operasi Khusus) di bawah komando Ali Moertopo yang paling bertanggung jawab atas peristiwa kelam itu. Ia menunjuk serangkaian rapat rahasia kelompok itu yang dilakukan beberapa kali menjelang Peristiwa Malari pecah. Dengan kesaksian ini, tampak bahwa Hariman hanyalah kambing hitam tragedi nasional itu. Jadi, bila menyebut Hariman sebagai tokoh sentral Peristiwa Malari, sama saja dengan membenarkan pengambinghitaman tersebut.

Buku Hariman & Malari mengisahkan dengan cukup rinci bagaimana jejak politik Hariman dimulai, perkembangannya, hingga kondisinya pada masa setelah reformasi. Ia dibesarkan dalam keluarga yang berafiliasi pada Partai Sosialis Indonesia (PSI). Ibunya pun cukup aktif dalam Gerakan Wanita Sosialis, organisasi onderbouw PSI. Bahkan, setelah berkeluarga, mertuanya yang sekaligus guru politiknya adalah tokoh partai itu: Prof. Dr. Sarbini Soemawinata.

Yang cukup menarik, ternyata pada masa awalnya menjadi aktivis, Hariman pernah dekat dengan Ali Moertopo, seorang asisten pribadi Presiden Soeharto. Dengan dukungan dari kelompok Ali Moertopo pula, Hariman berhasil meraih kursi Ketua Dewan Mahasiswa UI, mengalahkan pesaingnya dari Himpunan Mahasiswa Islam yang ketika itu sangat berpengaruh di UI. Meski begitu, segera setelah terpilih sebagai Ketua Dewan Mahasiswa UI, Hariman menunjukkan independensinya dari Ali Moertopo.

Tragisnya, ia lalu menjadi korban dalam tarik-menarik rivalitas dua petinggi tentara di lingkaran kekuasaan ketika itu: Ali Moertopo di satu pihak dan Soemitro di pihak lain. Soemitro dicurigai membahayakan kedudukan Pak Harto dengan menggalang dukungan mahasiswa. Malah, dalam dokumen yang dikenal dengan Dokumen Ramadi disebutkan, Soemitro hendak merebut kekuasaan dari tangan Soeharto.

Dalam keterangan resminya ketika itu, pemerintah menyebutkan keterlibatan PSI dan Masyumi yang dicap sebagai kelompok ekstrem kanan dalam tragedi nasional itu. Hal itu disampaikan Presiden Soeharto dalam sidang kabinet dan pada saat bertemu dengan para pemimpin partai politik. Disebutkan pula keterlibatan mantan anggota Partai Nasional Indonesia poros Ali-Surachman dan kalangan tentara yang memiliki ambisi pribadi. Malah, lebih jauh, pemerintah menuding adanya dukungan pihak asing yang ikut menyusun rencana dan mendanai gerakan itu.

Kisah menarik lainnya adalah peran Hariman ketika B.J. Habibie menjadi presiden. Pada waktu itu, Hariman termasuk orang dekat dengan Habibie. Ia bahkan mengerahkan sejumlah rekan aktivisnya untuk mendukung Habibie menjelang sidang umum MPR pada Oktober 1999. Hariman berupaya agar anggota MPR menerima laporan pertanggungjawaban Habibie, sehingga kemungkinan Habibie menjadi presiden lagi terbuka lebar.

Tapi laporan pertanggungjawaban itu ditolak. Habibie memutuskan tidak maju sebagai calon presiden. Sejak itu hingga sekarang, Hariman berada di lingkar luar kekuasaan dengan mengelola Indonesian Democracy Monitor (Indemo). Seiring dengan perubahan zaman, Hariman tidak lagi memainkan peran sentral dalam politik Indonesia.

Penerbitan buku ini barangkali adalah bagian dari upaya mengingatkan bahwa Hariman pernah punya peran penting dalam sejarah Indonesia. Sebagai tugu pengingat, buku ini bisa dikatakan bagus, meski –seperti umumnya biografi– isi buku ini terlalu banyak puja-puji dan minim kritik.
Demikianlah Peristiwa Dan Tokoh Malari 15 Januari 1974.
 
Sumber:
http://rumahmimpi.net/2011/03/jejak-politik-hariman-siregar/
http://id.wikipedia.org/wiki/Malari





Read More

Sabtu, 12 Januari 2013

Laksamana Laut Cheng Ho Ternyata Lebih Hebat Dari Christopher Columbus

| |
0 komentar
Laksemana Cheng Ho ( Haji Mahmud Shams ) adalah seorang Laksamana Terkenal Dari negeri Cina yang beragama islam sejak kecil. Dia dilahirkan dalam sebuah keluarga cina islam berbangsa Tionghoa di Puak Hui wilayah Funnan china. Nama islamnya iaitu Haji Mahmud Shams. Dia salah seorang panglima perang dan pelayar yang terbilang hebat pada zamannya. Terutamanya di zaman Dinasti Ming.Cheng HO adalah seorang rakyat biasa, ketika tentara kerajaan dari Dinasti Ming yang mengalahkan tentara kerajaan dari Dinasti Yuan yang menguasai Yunnan, Cheng Ho juga ditangkap bersama pemuda lain lalu diserahkan kepada pihak istana untuk dijadikan hamba abdi kepada Maharaja Zhu Di.

Namun semasa menjadi tawanan itu bakat dan ketokohannya tersebarlah setelah dia berjaya mendapat kepercayaan dari Raja Zhu Di untuk memimpin pasukan tentara mengalahkan dan menghapuskan pemberontakan Kaisar Zhu Yunwen dari Dinasti Ming.Kerana Chengho juga Raja Zhu berjaya dan akhirnya

chengho lebih hebat dari columbus

Misi ekspedisi pelayarannya Cheng Ho telah menjadi tanda tanya hampir berabad-abad lamanya,
namun kini misteri sejarah silam yang hebat ini telah dibongkar kembali. Catatan ekspedisi pelayarannya yang ke-7 sebelum dia meninggal dunia telah dimusnahkan oleh pihak kerajaan Cina Mengapa catatan itu dimusnahkan menjadi persoalan hingga kini.

Yang jadi pertanyaan kenapa kebanyakan rute ekspedisi Cheng Ho adalah wilayah nusantara.
Jumlah armada laut yang besar dan sanggup melawan kerajaan majapahit tidak menjadikannya penjajah dibumi indonesia. Bahkan negara negara yang pernah disinggahinya, malahan misi ekspedisinya mempunyai agenda yang tersendiri kerana Cheng Ho lebih merupakan misi diplomatik disamping menaikkan pengaruh Tiongkok ke seluruh dunia.

Rute ekspedidi Pelayaran Waktu Daerah yang dilewati oleh armada laut Cheng Ho ( Haji Mahmud Shams ) antara lain :

  • Pelayaran ke-1 1405-1407 : Champa, Jawa, Palembang, Malaka, Aru, Sumatra, Lambri, Ceylon, Kollam, Cochin, Calicut
  • Pelayaran ke-2 1407-1408: Champa, Jawa, Siam, Sumatra, Lambri, Calicut, Cochin, Ceylon
  • Pelayaran ke-3 1409-1411 : Champa, Java, Malacca, Sumatra, Ceylon, Quilon, Cochin, Calicut, Siam, Lambri, Kaya, Coimbatore, Puttanpur
  • Pelayaran ke-4 1413-1415 : Champa, Java, Palembang, Malacca, Sumatra, Ceylon, Cochin, Calicut, Kayal, Pahang, Kelantan, Aru, Lambri, Hormuz, Maladewa, Mogadishu, Brawa, Malindi, Aden, Muscat, Dhufar
  • Pelayaran ke-5 1416-1419 : Champa, Pahang, Java, Malacca, Sumatra, Lambri, Ceylon, Sharwayn, Cochin, Calicut, Hormuz, Maldives, Mogadishu, Brawa, Malindi, Aden
  • Pelayaran ke-6 1421-1422: Hormuz, Afrika Timur, negara-negara di Jazirah Arab
  • Pelayaran ke-7 1430-1433 : Champa, Java, Palembang, Malacca, Sumatra, Ceylon, Calicut, Hormuz...
Jika diteliti negara negara yang pernah dilalui nya waktu pada tahun 1405 ialah Champa, Jawa, Malaka, Sumatera atau Palembang. Tempat tempat tersebut yang paling diminati chengho setidaknya 5 kali chengho mengunjunginya. padahal tempat tempat itu terkenal dengan kerajaan besar seperti Sriwijaya, Majapahit, Aceh dan Langkasuka. Yang paling menarik ialah pada ekspedisi pelayaran ke-4nya, cheng Ho telah sampai ke Kelantan dan Pahang dalam tahun 1413 dan 1415.

Perlu diingat kuga, ketika dunia barat dan orientalis sibuk membicarakan Christopher Columbus menemukan benua Amerika pada tahun 1492 dengan hanya 3 buah kapal dan 88 orang anak kapal atau awak awak,
Laksemana Cheng Ho justru telah melakukan petualangan antara benua selama 7 kali berturut-turut dalam jarak masa hanya 28 tahun sahaja (1405-1433) dengan menggunakan armada yang terdiri dari 27,000  awak-awak dan 307 kapal laut. Artinya armada Laksamana Chengho 5 kali lebih besar dari armada  Christopher Columbus).

Kapal terbesar mempunyai panjang sekitar 400 kaki atau 120 meter dan lebar 160 kaki atau 50 meter dan bertiang layar 3layar serta 9 layar.  Tidak kurang dari 30 negara di Asia, Timur Tengah, dan Afrika pernah disinggahinya. Vasco da Gama yang berlayar dari Portugis ke India tahun 1497 pun tidak dapat menandingi kehebatan Laksamana Cheng Ho bahkan Ferdinand Magellan yang merintis pelayaran mengelilingi bumi pun tertinggal 114 tahun di belakang ekspedisi Cheng Ho.

Dari catatan kesuksesan ekspedisi dari chengho yang hebat itulah akhirnya menghasilkan satu panduan pelayaran yang dikenali sebagai buku "Zheng He's Navigation Map" yang mampu mengubah peta navigasi dunia sampai abad ke-15. Dalam buku ini terdapat 24 peta navigasi mengenai arah pelayaran, jarak di lautan, dan berbagai pelabuhan. Jalur perdagangan Cina pun berubah, tidak sekadar bertumpu pada 'Jalur Sutera' antara Beijing Bukhara saja  Nama Kerajaan Tiongkok semakin dikenali di mata dunia hasil pengembaraan samudera palnglima Cheng Ho tersebut.

Nama Laksamana Cheng Ho terkenal di alam Nusantara terutamanya di Malaka pada abad ke-15.
Laksamana Cheng Ho telah meninggal dunia pada bulan April 1433 di Calcutta, India, jenazahnya dikuburkan di suatu tempat di tengah perjalanan pulang ke Tiongkok (ada sesetengah pendapat yang menyatakan beliau di kuburkan di Semarang) . Cuma rambut dan pakaiannya saja yang dibawa kembali ke Tiongkok pada bulan Julai 1433. Yang menjadi persoalan dan misteri ialah mengapa setelah kematian Cheng Ho, pihak istana telah membakar seluruh catatan yang dibuat Cheng Ho sebagai laporan perjalanannya.
Sehingga catatan mengenai ekspedisi ke-7 Cheng Ho sangat sedikit ditemui. Namun yang pasti ada catatan lain mengenainya perjalanannya.

Menurut beberapa versi dan bukti peninggalan sejarah Laksemana Cheng Ho atau Haji mahmud Shams ini telah meninggal dan dikuburkan di Semarang. Seni bela diri Kung Fu yang dikatakan hak paten orang cina ternyata berasal dari Calcutta India yang berasal dari Kallary Payatt dibawa dan dikembangkan
oleh Laksemana Cheng Ho dan orang-orang beliau ke tanah besar cina..

Jika kita meneliti urutan sejarah dan pergolakan perebutan kenaikan takhta kaisar dinasti Ming di Cina, Selepas kematian Kaisar Ming Cheng Zhu pada tahun 1424, Kaisar Ming Ren Zhong telah naik tahta. Lalu keluar larangan berlayar bagi semua pelaut Tiongkok. Inilah yang menyebabkan mengapa jarak antara ekspedisi ke-6 dan ke-7 Cheng Ho berselang begitu lama. Setahun kemudian Kaisar Ming Ren Zhong mewariskan tahta kepada Kaisar Ming Xuan Zhong tahun 1430, Kaisar Ming Ren Zhong mati dan Kaisar Ming Xuan Zhong kembali memperbolehkan Cheng Ho belayar ( ekspedisi ke-7 dalam tahun 1431~1433 ).
Namun setelah berakhirnya ekspedisi ke-7, Kaisar Ming Xuan Zhong mulai melakukan politik tutup pintu dan menyebabkan  terputusnya hubungan budaya dan kemajuan luar negeri. Sejak itulah kejayaan dan kegemilangan maritim Tiongkok yang begitu hebat dan terkenal itu semakin suram. Kemunduran teknologi maritim adalah menjadi faktor utama jatuhnya Dinasti Qing setelah angkatan laut Tiongkok mengalami kekalahan yang memalukan dari imperialis
Barat dalam Perang Candu.

Jadi di tiongkok agama Islam telah ada dan berkembang sejak zaman dahulu sebelum Kerajaan Sriwijaya mengenal Islam. Hal yang tidak bisa dihapus dan dimusnahkan dari sejarah, Lihat saja ada bangunan mesjid yang menyerupai Kelenteng di beberapa kota di Indonesia. Artinya masyarakat china telah mengenal agama Islam sejak zaman dahulu, dan Islam tidak mengajarkan permusuhan antar etnis. Sama halnya penyebaran Islam oleh para Wali 9 yang dilakukan dengan jalan damai dengan tidak menghancurkan tradisi asli penduduk nusantara. Chengho nama nama besar seorang panglima laut yang sejarahnya dibuat samar oleh orang orang tertentu, Kenapa pengetahuan dunia hanya mengenalkan Christopher Columbus lebih hebat dari Chengho?
Read More

Kamis, 06 Desember 2012

Nama Tempat Di Amerika Yang Menggunakan Bahasa Suku Indian

| |
0 komentar
Tahu tidak bahwa banyak nama kota dan tempat di amerika menggunakan istilah dari kata dan bahasa suku indian? Karena sejarah amerika tidak lepas dari keberadaan beberapa suku indian ( indians ) yang ada. Suku Indian yang ada di amerika serikat antara lain Navajo, Cherokee, Sioux, Chippewa, Choctaw,Apache,Pueblo, Iroquois dan suku suku kecil lainnya. Bahkan banyak nama kota dan tempat di Amerika telah dinamai dengan kata kata yang berasal dari suku Indian .  Bahkan setengah dari negara menggunakan nama dari kata suku Indian.  Seperti nama Kentucky berasal dari kata Iroquoian (Kentahten),  yang berarti nama Connecticut berasal dari kata Mohican (Quinnehtukqut),  yang berarti "tanah besok." "Di samping sungai pasang surut yang panjang." Dan kata "Podunk," dimaksudkan untuk menggambarkan sebuah kota penting di tengah-tengah dari mana,  berasal dari kata Indian Natick berarti "tempat berawa."

suku indian amerika

Berikut Istilah dan nama kota yang ada di amerika yang menggunakan kata kata dari suku indian.

  • Alabama: mungkin berasal dari Choctaw berarti "semak-clearers" atau "vegetasi-pengumpul."
  • Alaska: korupsi kata Aleut yang berarti "tanah besar" atau "apa yang laut istirahat melawan."
  • Arizona: dari India "Arizonac," yang berarti "musim semi sedikit" atau "musim semi muda."
  • Arkansas: dari Indian Quapaw
  • Roanoke (Virginia): Algonquian untuk "uang shell" (suku Indian sering digunakan kerang yang dibuat menjadi manik-manik yang disebut wampum, untaian sebagai uang).
  • Saratoga (New York): diyakini Mohawk untuk "mata air (air) dari lereng bukit."
  • South Dakota: dari suku Sioux, yang berarti "sekutu."
  • Sunapee (danau di New Hampshire ): Pennacook untuk "kolam berbatu."
  • Tahoe (danau di California / Nevada): Washo untuk "air besar."
  • Tennessee: asal Cherokee, makna yang tepat tidak diketahui.
  • Texas: ". friends" dari kata yang berarti India
  • Utah: dari suku Ute, yang berarti "orang dari pegunungan."
  • Wisconsin: Korupsi Perancis kata India yang maknanya masih diperdebatkan.
  • Wyoming: dari kata Indian Delaware, yang berarti "gunung dan lembah bergantian", sama dengan Lembah Wyoming di Pennsylvania.
  • North Dakota: dari suku Sioux, yang berarti "sekutu."
  • Ohio: dari kata Iroquoian yang berarti "sungai besar."
  • Oklahoma: ". orang merah" dari dua kata Choctaw Indian yang berarti
  • Pensacola (Florida): Choctaw untuk "rambut" dan "orang-orang."
  • Malibu (California): diyakini berasal dari India Chumash.
  • Manhattan (New York): Algonquian, diyakini berarti "hal yang terisolasi di dalam air."
  • Milwaukee (Wisconsin): Algonquian, diyakini berarti "tempat yang bagus atau tempat."
  • Missouri: dinamai suku Indian Missouri. "Missouri" berarti "kota kano besar."
  • Narragansett (Rhode Island): dinamai suku Indian.
  • Nebraska: ". air datar" dari kata Indian yang berarti Oto
  • Niagara (jatuh): dinamai sebuah kota Iroquoian, "Ongiaahra."
  • Mississippi ( negara dan Sungai ): ". Bapa Waters" dari arti kata India
  • Chicago (Illinois): Algonquian untuk "bidang bawang putih."
  • Chesapeake (bay): Nama Algonquian dari desa.
  • Connecticut: ". samping sungai pasang surut yang panjang" dari makna (Quinnehtukqut) kata India
  • Illinois: Algonquin untuk "suku pria superior."
  • Indiana: artinya "tanah India."
  • Iowa: mungkin dari kata India yang berarti "ini adalah tempat" atau "Tanah Indah."
  • Kansas: ". orang dari angin selatan" dari arti kata Sioux
  • Kentucky: dari kata Iroquoian "Ken-tah-sepuluh" yang berarti "tanah besok atau tanah harapan."
  • Massachusetts: ". pada atau sekitar bukit besar" dari suku Massachusett penduduk asli Amerika.
  • Michigan: ". danau besar atau besar" dari kata India "Michigana" yang berarti
  • Minnesota: dari kata Indian Dakota yang berarti "langit berwarna air."
  • Chicago (Illinois): Algonquian untuk "bidang bawang putih."

Itulah nama temapat di amerika yang menggunakan istilah dan kata dari bahasa suku indian ( indians ).

Perhatian : "Sebagian artikel dalam blog ini original adanya, blog ini sengaja tidak  dipasang anticopy, untuk copy paste tanpa izin dan menyertaakan link balik dari sumber blog ini akan dikenakan takedown DMCA."


Read More

Jumat, 09 November 2012

Pahlawan Busuk Pada Hari Pahlawan 10 November

| |
0 komentar
Bambu kuning identik dengan perjuangan rakyat bumi ini melawan penjajah, Bambu kunimg simbol pemersatu semangat bela diri bangsa ini. Bambu kuning yang melekat dan akrab dengan sifat keluhuran nenek moyang negara ini. Bambu kuning yang slalu menemani pahlawan pada perang melawan penjajah zaman dahulu demi kemerdekaan. Bambu kuning yang selalu melindungi rakyat ini dengan kehangatan keluarga penduduk negeri ini. Bambu kuning yang menumpahkan darah penjajah negeri ini. Bambu kuning yang bisa menjadi makanan disaat sulit dam menjadi obat dikala sakit. Bambu kuning yang memberi keberanian membela yang benar walau rasanya sulit dan tidak masuk akal.

Tapi sekarang bambu kuning telah dilupakan sebagian besar penduduk negeri ini. Bambu kuning juga tidak bisa melawan penjajahan ekonomi melalui uang. Bambu kuning justru dipakai untuk membunuh sesama saudara sendiri di negeri indonesia ini.


peringatan hari pahlawan 10 november 2012

Lihat sekarang perpecahan pada anak bangsa ini, saling benci, saling serang, saling bunuh, saling mengahancurkan. Tawuran pelajar, tawuran antar mahasiswa, tawuran antar fakultas, tawuran antar kampung, tawuran antar desa, tawuran antar warga, tawuran antar suku, tawuran antar parpol,
tawuran antar penegak hukum, tawuran gengsi antar pengusaha.

Apa yang salah?
Entah karena tiap hari kita disuguhi tontonan kekerasan dilayar televisi, melihat mereka mereka yang masih bisa tertawa walau telah melakukan kesalahan layaknya pahlawan. Preman jadi idola, premanisme jadi keluarga pengusaha dan melindungi mereka mereka yang membayar dengan uang. Mental preman juga yang membuat banyak mereka berdasi menjadi lebih ganas. Ganas melalap harta benda siapa saja sesama penduduk negeri ini, preman yang tidak pernah gusar karena tidak pernah digusur.

Kemana Bhineka Tunggal Ika?
Lihat saja semakin semarak kekerasan atas nama SARA ( Suku Agama Dan Ras ). Ego kesukuan dan keangkuhan akan harga diri suatu kelompok membuat banyak orang menjadi tega membunuh sesama penduduk negeri ini.

Yang paling berani dan banyak membunuh dianggap pahlawan suku SARA padahal mereka adalah Pahlawan BUSUK, perpecahan antar kampung, antar warga, antar suku,
antar golongan ibarat rimba, Apa sudah lupa kita ini pada semboyan Bhinkea Tunggal Ika.?

DImana rasa menghargai darah pahlawan yang telah gugur demi tegaknya negara kesatuab indonesia ini.
Beberapa Wakil rakyat juga tingkahnya tidak kalah bejat dengan preman, mereka yang harusnya jadi pahlawan rakyat kecil justru banyak makan demi perut sendiri, Wajar toh mereka juga disebut pahlawan busuk, rakyat cuma jadi alat disaat mereka merebut kursi parlemen, lihat juga penegak hukum yang sebagian masih sok paling bener, paling suci, benar salah bisa diakali.

Ingatlah pahlawan kemerdekaan dulu tidak pernah meminta imbalan atas jasa mereka, berjuang dengan tetes darah penghabisan demi negara ini, mereka berjuang tidak mengenal suku, kelompok ataupun golongan. Semangat Bung Tomo pada peringatan hari pahlawan 10 November sekarang tidak beda cuma cerpen. Walau para pahlawan telah gugur tapi nama mereka akan tetap harum sebagai suhada.

Masih banyak veteran perjuangan yang masih hidup, tapi masih banyak dari mereka malah tidak bisa menikmati hidup dimasa kemerdekaan sekarang. masih banyak veteran perang yang hidup tidak layak, sakit sakitan dimasa tuanya, mereka malah tianggal ditempat kumuh, Jasa mereka tidak pernah minta balas tapi
Mirisnya nasib pahlawan veteran, seandainya ada pahlawan yang dapat penghargaan itupun mereka yang bener bener top dan punya nama besar, jika veteran cuma orang sipil ataupun berpangkat rendah pada masa perjuangan tidak akan mimpi dapat penghargaan, buat mereka bisa hidup layak di bumi merdeka rasanya sangat sulit.

Wahai yang mudah seperti saya, jadilah pahlawan untuk diri sendiri, jadilah pahlawan untuk pahlawan dengan mengumpulkan data veteran pejuang kemerdekaan yang tidak pernah tercatat dalam sejarah dan masih hidup. Wahai Anggota DPR ketimbang jalan jalan keluar negeri mending jalan jalan keseluruh indonesia untuk mendata kembali pahlawan kemerdekaan yang masih hidup, angkat martabat dan kehidupan mereka jika kalian ingin menjadi pahlawan pejuang veteran jangan jadikan diri kalian menjadi pahlawan busuk dalam kantung politik yang hanya mementingkan diri sendiri dan kelompok.

Selamat Memperingati Hari Pahlawan 10 November 2012, "Bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu menghargai jasa dari pahlawannya" sedangkan bangsa yang kecil adalah bangsa yang tidak tahu diri terhadap jasa para pahlawannya.
Read More

Selasa, 06 November 2012

Humanisme Barack Obama Dan Joko Widodo

| |
0 komentar
Pada tanggal 4 November 2008 yang lalu, Barack Obama (47 th)  terpilih menjadi Presiden ke-44 Amerika Serikat, setelah kampanye berjuang keras dua tahun presiden. Ia dilantik sebagai Presiden pada tanggal 20 Januari 2009. Pada tanggal 9 Oktober 2009, Komite Nobel mengumumkan bahwa Presiden Barack Obama telah dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian 2009. Barack Obama  terpilih menjadi Senat AS pada tanggal 2 November 2004, setelah menjalani 7 tahun sebagai senator negara bagian Illinois.

Dia adalah penulis dua buku terlaris. Obama disebut oleh majalah Time pada tahun 2005, 2007 dan 2008 sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia.


barack obama
Ini Foto Presiden Amerika Serikat Barack Obama

Pada tanggal 10 Februari 2007, Barack Obama mengumumkan pencalonannya untuk nominasi Demokrat 2.008 sebagai presiden. Obama pertama kali menjadi terkenal nasional ketika ia menyampaikan pidato utama inspirasi pada Konvensi Nasional Partai Demokrat 2004.

Pada tanggal 3 Juni 2008, Obama akumulasi delegasi konvensi Demokrat cukup suara untuk menjadi calon partai dugaan untuk pemilihan presiden.

Pada tahun 2004, Senator Obama menandatangani kesepakatan $ 1.900.000 ke penulis 3 buku. Yang pertama, "The Audacity of Hope,", membahas keyakinan politiknya. 1.995 otobiografinya adalah bestseller.

Barack Obama adalah pemimpin berpikiran independen dengan keterampilan berbicara karismatik dan bakat untuk membangun konsensus. Dia juga seorang penulis, berbakat introspektif. Mirip banget dengan Joko Widodo ( Jokowi ) yang menjadi Gubernur DKI Jakarta saat ini.


kesamaan jokowi dan obama
Yang ini foto Gubernur DKI Jakarta Bpk. Joko Widodo ( Jokowi )

Nilai-nilai yang kuat dibentuk oleh keahliannya sebagai profesor hukum Konstitusi dan sipil pengacara hak-hak, dan oleh Kristen. Sementara pribadi oleh alam, Obama bercampur dengan mudah dengan orang lain, tetapi yang paling nyaman menangani kerumunan besar.

Pada tahun 2002, Barack Obama secara terbuka menentang Perang Irak, dan terus menyerukan penarikan pasukan AS dari Irak. Dia mendesak perawatan kesehatan universal, dan jika terpilih sebagai presiden, menjanjikan pelaksanaan pada akhir masa jabatan pertamanya.

Barack Obama pemikir yang menekankan peningkatan dukungan bagi para guru, keterjangkauan perguruan tinggi, dan pemulihan dukungan federal bermakna veteran. Obama menentang privatisasi Jaminan Sosial.

Barack Obama menjabat 7 tahun sebagai Senator Illinois State, mengundurkan diri untuk memikul tanggung jawab AS Senat. Dia juga bekerja sebagai organizer masyarakat dan pengacara hak-hak sipil. Obama juga Dosen Senior Hukum Konstitusi di University of Chicago Law School.

Profile / Data pribadi Barack Obama :
  • Lahir - 4 Agustus 1961 di Honolulu, Hawaii
  • Pendidikan - B.A. dalam hubungan internasional,, 1983 Columbia University. JD dari Harvard Law School, di mana dia adalah Editor hitam pertama dari Harvard Law Review
  • Keluarga - Menikah pada tanggal 18 Oktober 1992 sampai Michelle Robinson, penduduk asli Chicago, juga lulusan Harvard Law School. Dua anak perempuan muda, Malia dan Sasha  Iman - Kristen, United Church of Christ
Lahir Barack Hussein Obama, Jr, putra seorang ekonom Kenya kelahiran lulusan Harvard dan Ann Dunham, seorang antropolog kaukasia, berusia 2 tahun ketika ayahnya meninggalkan mereka.

Ayahnya (almarhum tahun 1982) kembali ke Kenya, dan hanya melihat anaknya sekali lagi. Ibunya menikah lagi, dan pindah ke Indonesia Barack. Dia kembali ke Hawaii pada usia 10 untuk tinggal bersama kakek dari pihak ibu. Dia lulus dari Sekolah Punahou dihormati dengan pujian. Sebagai seorang remaja, dia meraup es krim di Baskins-Robbins, dan telah mengaku berkecimpung dalam ganja dan kokain. Ibunya meninggal karena kanker pada tahun 1995.

Ingat karir Joko Wi atau Joko Widodo jadi inget karir Orang nomor satu di Amerika Serikat Presiden Barack Obama yang saat ini kembali bertarung di panggung politik Amerika Serikat untuk menentukan karir politiknya pada pemilihan presiden yang sedang berlangsung saat ini di Amerika Serikat. Dua orang dengan gaya yang hampir sama, contoh kesederhanaan dan humanisme dua pemimpin hebat Barack Obama  ( Obama ) dan Joko Widodo ( Joko Wi ).
Read More

Jumat, 21 September 2012

Mengenal Aksara Lantarak

| |
0 komentar
Menurut Barbara F. Grimes (dalam Purwo, 2000) mencatat sebanyak 706 bahasa daerah yang tersebar dari Sabang sampai Marauke. Di antara 100-an bahasa di Indonesia itu, hampir separuhnya terdapat di Irian Jaya, yaitu sebanyak 248. Tidak semua bahasa daerah yang tersebar di nusantara ini memiliki aksara untuk merekam nilai-nilai budaya yang ada dalam masyarakat pemilik bahasa itu. Bahasa daerah yang memiliki aksara adalah bahasa Jawa, Bali, Sunda, Makassar (Bugis), Batak, dan Rencong.

Salah satu bahasa daerah yang cukup beruntung adalah bahasa Makassar (Bugis). Dikatakan cukup beruntung karena bahasa daerah ini memiliki aksara yang dapat merekam atau mencatat nilai-nilai luhur (indigeneous knowledge) yang disebut pasang ‘pesan-pesan’; panngadakkang (Makassar) atau panngaderreng (Bugis) “adat istiadat”. Hasil catatan atau manuskrip tersebut disebut lontarak. Aksara Makassar (Bugis) digunakan mencatat manuskrip-manuskrip dikenal dengan sebutan aksara lontarak. Selain itu, dijumpai pula manuskrip yang ditulis dalam aksara yang dikenal dengan aksara serang.
Aksara lontarak merupakan lambang identitas daerah dan alat transformasi nilai-niiai luhur yang sangat berharga (indigenous knowledge). Aksara lontarak adalah salah satu aset kekayaan budaya yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata budaya daerah. Selain itu, dapat menjadi aset dan sumber pengembangan budaya nasional.

Selanjutnya, sebagai aset kekayaan budaya, tentu saja, perlu diketahui mengapa dinamai aksara lontarak; dari mana asal usulnya; dan niiai budaya yang terkandung di dalam lontarak tersebut. Untuk itu, makalah ini berusaha mengungkapkan hal tersebut seperti dalam uraian berikut.

Kenapa Disebut Aksara Lontarak?

Dari hasil kajian pustaka diperoleh informasi bahwa naskah kuno Makassar (Bugis) ada yang ditulis dengan aksara lontarak dan ada yang ditulis dengan aksara serang. Dinamai aksara lontarak karena memang dulu peristiwa-peristiwa ditulis pada daun lontar. Frasa daun lontar sepadan dengan raung = daun dan talak = lontar menjadi rauttalak atau rontalak dalam bahasa Makassar (dari bahasa Jawa atau bahasa Melayu). Kata rontalak mengalami proses metatesis menjadi lontarak (Basang, 1972: 10; Abidin, 1983: 109; Pelras, 2006: 232), Dalam bahasa Makassar sehari-hari dikenal dengan sebutan lekok talak.

Selanjutnya, disebut pula sebagai aksara serang (huruf Arab) karena kesusasteraan Makassar (Bugis) ditulis dalam aksara Arab sebagai pengaruh dari agama Islam dan kesusasteraan Islam yang datang ke Sulawesi Selatan pada permulaan abad ke-17 (Mattulada, 1991b: 69). Beliau menduga kata serang itu berasal dan kata Seram (Palau Seram). Dahulu orang Makassar (Bugis) selalu berhubungan dengan orang Seram yang Iebih dulu rnenerima agama Islam.

Arti Lontarak

Dalam perkembangan selanjutnya, kata lontarak dapat mengandung arti bermacam-macam sesuai dengan konteks kalimatnya. Manyambeang (1996: 32) merincinya sebagai berikut.

a. Lontarak dapat berarti aksara, seperti dalam kalimat:
Appilajaraki lontarak.
belajar dia lontarak
(dia belajar huruf lontarak)
b. Lontarak dapat berarti naskah, seperti dalam kalimat;
Ciniki ri lontaraka.
‘Lihat isi di lontarak’ (lihatlah di lontarak)
c. Lontarak dapat berarti buku bacaan, seperti dalam kalimat,
laminne lontarakna I Kukang.
‘inilah buku bacaan i Kukang’
(inilah buku bacaan (yang berjudul) i Kukang).
d. Lontarak dapat berarti catatan, seperti dalam kalimat:
Boyai ri lontarak bilanga.
`carilah pada lontarak bilang’ (Carilah pada catatan harian)

4.    Asal Usul Aksara Lontarak Makassar (Bugis)

Dari hasil penelusuran pustaka yang tersedia dijumpai beberapa pendapat tentang perkembangan aksara Makassar (Bugis). Pendapat-pendapat tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.
a.    Pendapat H. Kern.
H. Kern (1882) berpendapat bahwa aksara Makassar (Bugis) bersumber dan huruf Sanskrit yang disebut Dewanagari. Aksara Dewanagari dapat dilihat sebagai berikut:


b. Dalam Kamus Linguistik susunan Kridalaksana (1982: xx) ditunjukkan silsilah aksara yang penting, seperti berikut.


Menggambarkan aksara Palawa sebagai berikut



Pendapat Matthes dan Raffles.
Holle (1882) mengutip bentuk aksara yang dikemukakan oleh Matthes dan’ Raffles, seperti berikut:
Bentuk yang dikemukakan Matthes

Bentuk yang dikemukakan Raffles



Bentuk aksara yang dikemukakan, baik Matthes maupun Raffles biasa juga disebut lontarak kuno atau het oude Makassaarche letterschrift (Mangemba dan Tenribali (Ed.), 1966: 49). Bentuk lontarak kuno dan lontarak baru dapat dikatakan jauh berbeda sehingga perlu dipertanyakan apakah lontarak kuno yang mengalami proses perubahan menjadi lontarak yang digunakan sekaran.

Pendapat Ahli Kebudayaan Bugis Makassar dari Sulawesi Selatan.
Mattulada (dalam Manyambeang, 1996: 29) merasa yakin bahwa aksara Bugis Makassar berasal dan aksara Dewanagari yang diperbaharui oleh Daeng Pamatte. Sejalan dengan pendapat itu, Basang (1972: 11) mengemukakan beberapa persamaan aksara Dewanegari dengan aksara Makassar, yaitu keduanya huruf silabis; keduanya menggunakan alat bantu untuk menyatakan bunyi /i, e, o, dan u/; keduanya ditulis dari kiri ke kanan. Adapun Yatim (1983: 5) memperhatikan susunan abjadnya. Dia mengakui bahwa pengaturan abjad lontarak telah sampai kepada kesadaran linguistik yang amat maju dan amat mirip dengan pengaturan abjad Sanskerta, yang membedakan hanya bentuknya.

Selanjutnya, Mattulada (1991a: 68-9) menjelaskan bahwa terdapat anggapan di kalangan orang Makassar (Bugis) berkaitan dengan penciptaan tanda-tanda bunyi yang kemudian disebut aksara lontarak dilatarbelakangi oleh suatu kepercayaan yang berpangkal pada mitologis orang Makassar (Bugis) yang memandang alam semesta ini sebagai bolasuji (Bugis) atau “sulapak appak” (Makassar) yang berarti `segi empat belah ketupat’. Sarwa alam ini merupakan satu kesatuan yang dinyatakan dalam simbol S = sa yang berarti seua (tunggal atau esa). Demikian pula segala tanda bunyi dalam aksara lontarak bersumber dari s = sa (Museum Nasional, 10/MP/NAS/76: 21; Mattulada, 1991: 4-85).

Simbol “s” ini menyimbolkan mikrokosmos sulapa eppana taue “segi empat tubuh manusia’. Bagian puncak terletak kepala, tangan kiri, tangan kanan; dan bagian ujung bawah adalah kaki. Simbol S itu merupakan pengejawantahan pada bagian kepala yang disebut sawwang (SW) berarti mulut. Dari mulutlah segala sesuatu dinyatakan yang disebut sadda (sd) berarti bunyi. Bunyi-bunyi itu disusun sehingga bermakna yang disebut ada (ad) berarti kata, sabda atau titah.

Segala sesuatu yang meliputi keseluruhan tertib kosmos/sarwa alam diatur melalui ada (ad). Dengan penambahan artikel definit E menjadi ada’e (adea) yang menjadi pangkal kata adek (adEE). Adek adalah sabda (penertib) yang meliputi sarwa alam (5) sehingga disebut dalam kata-kata hikmat pasang sebagai berikut.

sd mpbti adE adE mpbti gau gau mpbti tau
sadda mappabbatik ada ada mappabbatik gauk
gauk mappabbatik tau

Artinya:
Bunyi mewujudkan kata
Kata mewujudkan perbuatan
Pperbuatan mewujudkan manusia
Konsep sulapak appak inilah dapat dibentuk aksara lontarak yang biasa disebut urupu sulapak appak seperti berikut.

Pendapat lain yang bersumber dari Lontarak Patturioloanga ri Tugowaya, seperti yang disinyalir (Manyambaeng, 1996; Basang, 1972) yang berbunyi sebagai berikut.
aiyp aen krea auru aperki rp bicr timu timu ri buduk.
sbnrn mien kreaG nikn dea pmet. aiy sbnr, ay tumaill, aiytomi dea pmet aperki Iotr mksr.
…iapa anne karaeng uru apparek rapang bicara, timu-timu ri bunduka. sabannarakna minne karaenga nikana Daeng Pamatte. la sabannarak, la Tumailalang, iatommi Daeng Pamatte ampareki lontarak Mangkasarak.

(.. dialah raja yang mula-mula membuat peraturan, hukum dalam perang. Syahbandar raja inilah yang disebut Daeng Pamatte. Dia syahbandar, dia juga Tumailalang, dia jugalah Daeng Pamatte yang membuat lontarak Makassar).

Dalam lontarak di atas terdapat kata ampareki yang dapat berarti `membuat atau menciptakan’, `menjadikan atau menyederhanakan’. Jadi, apabila kata ampareki diartikan menciptakan/membuat, dapatlah diartikan membuat sesuatu dari yang belum ada menjadi ada. Dengan demikian, dapat diasumsikan bahwa aksara Makassar baru itu diciptakan oleh Daeng Pamatte yang diilhami oleh pandangan hidup orang Makassar (Bugis) sendiri, yaitu sulapak appak.

Sebaliknya, jika kata ampareki diartikan `menyederhanakan atau memodifikasi’, dapat diasumsikan bahwa Daeng Pamatte menyederhanakan atau memodifikasi dari bentuk aksara yang sudah ada sebelumnya (aksara Sanskrit/Dewanagari, huruf Pallawa, dan bentuk aksara yang dikemukakan Matthes atau Raffles) menjadi aksara lontarak baru yang ada sekarang.

Sejalan dengan penjelasan di atas, Pelras (2006: 230) dan H. Kern (dalam Manyambeang 1996: 3) beranggapan bahwa lontarak di Sulawesi Selatan ada persamaan dengan aksara yang ada di Sumatera, seperti aksara Lampung, Rejang, Batak, dan Pasemah. Berdasarkan informasi ini dapat diasumsikan bahwa ada kemungkinan aksara Makassar baru merupakan hasil penyederhanaan atau modifikasi dari aksara tersebut yang dilakukan oleh Daeng Pamatte. Bila dilihat sepintas lalu, aksara Batak, aksara Makassar, dan aksara rencong hampir serupa. Bahkan kadang-kadang agak sulit dibedakan ketiga bentuk aksara tersebut.
Di dalam buku Sejarah Melayu disebutkan tentang peperangan raja Mangkasar yang bernama Samarluki (Saman Rukka) ke Malaka dan daerah jajahannya, termasuk Batak. Peristiwa ini diceriterakan berlangsung pada masa pemerintahan Sultan Mansur Shah sekitar tahun 1440. Walaupun ia dapat dipukul mundur oleh tentara Melayu, ia berhasil membawa harta rampasan, baik berupa barang maupun tawanan perang (Brown dalam Reid, 2004: 147; Museum nasional, 10/MP/NAS/76: 24).

Tidak tertutup kemungkinan di antara para tawanan itu terdapat orang­orang Batak yang terampil menulis dan membaca tulisan Batak. Dpri merekalah orang Makassar belajar tulisan Batak tersebut. Selanjutnya, mereka meniru atau menyederhanakan huruf Batak itu sehingga berwujud tulisan Makassar sekarang.

Nilai Budaya dalam Lontarak

Sistem nilai atau nilai-nilai dalam masyarakat merupakan suatu konsep abstrak mengenai apa yang buruk dan apa yang balk. Pepper (dalam Djajasudarma 1997: 12) menjelaskan bahwa batasan nilai mengacu pada minat, kesukaan, pilihan, tugas, kewajiban, agama, kebutuhan, keamanan, hasrat, keengganan, atraksi, perasaan, dan orientasi seleksinya. Oleh karena itu, segala sesuatu yang balk dan buruk dapat disebut sebagai nilai. Nilai budaya ini diasosiasikan secara turun-temurun dari generasi yang satu ke generasi yang lain. la dianggap sebagai pedoman manusia dalam bertingkah laku dalam sistem sosialnya. Jadi, sistem nilai dapat dikatakan sebagai norma standar dalam kehidupan bermasyarakat. Djajasudarma. dkk. (1997: 13) mengemukakan bahwa sistem nilai begitu kuat, meresap, dan berakar di dalam jiwa masyarakat sehingga sulit diganti atau diubah dalam waktu singkat. Berkaitan dengan hal tersebut, Sumardjo (dalam Oktavianus 2006: 117) menyatakan sebagai berikut:

Filsafat orang Indonesia termasuk nilai budaya tersimpan di batik pepatah-petitih, di batik rumah-rumah adat, di batik upacara-upacara adat, di batik mitos-mitos tua, di balik ragam hias pakaian yang mereka kenakan, di batik tarian mereka, di balik musik yang mereka mainkan, di balik persenjataan, dan balik sistem pengaturan sosialnya.

Dari pernyataan di atas, bahasa melalui pepatah-petitih merupakan medium untuk menampilkan makna budaya yang di dalamnya terkandung nilai (value). Peribahasa merupakan bagian dari komunikasi sistem budaya (Dundes dan Arewa dalam Oktavianus, 2006: 117). Sepadan dengan pendapat itu, Duranti (1997: 25; Foley, 1997: 16) menjelaskan bahwa bahasa mengategorisasi realitas budaya. Bahasa menampakkan sistem klasifikasi yang dapat digunakan untuk menelusuri praktek-praktek budaya dalam suatu masyarakat. Model-model budaya yang dimaksud di sini mencakup mentalitas kerja, sikap, perilaku, etika, dan moral. Berikut ini diberikan beberapa contoh pepatah atau kelong yang mengandung model budaya yang dimaksud.
Motivasi Berusaha dan Bekerja

Untuk memenuhi kebutuhannya manusia diisyaratkan rajin berusaha. Kelong berikut mengandung makna yang mencerminkan motivasi berusaha sebagai salah satu praktek budaya dan paling tidak merupakan cerminan realitas sebagaimana dijelaskan Duranti di atas.

puun kutuai tauw                          punna kuttui taua
neta sulu soGon                               natea suluk songokna
tean todo                                        taena todong
titi soGo Inty                                     titti songok la natayang.

Terjemahan: Kalau orang malas
Tidak mau keluar keringatnya Tidak ada juga
Tetes keringat yang ditunggu.
Kelong di atas mencerminkan bahwa kalau orang malas bekerja, tentu saja, tidak ada hasil yang akan diperoleh. Kelong ini sepadan dengan ungkapan dalam bahasa Indonesia “Siapa yang menanam, dia akan menuai”.

Rasa Solidaritas
Solidaritas merupakan integrasi sosial yang didasarkan kepada interdependensi okupansional, persamaan-persamaan, dan bahkan juga pada perbedaan-perbedaan komplementer (Soekanto dalam Oktavinus, 2006: 119). Integrasi sosial dapat diartikan sebagai kesetiakawanan, kebersamaan, dan kekompakan dalam menghadapi suka duka.
meaki kismturu                             maekik kissamaturuk
kiemet bulo sibt                             kirnmenteng bulo sibatang
nmtumtu                                         nakmatu.-matu
bett aGod del                                    baieta anngondang dallek


Terjemahan: Mari kita bersama-sama Berdiri sebatang bambu Supaya berguna
Cara kita mencari rezki.
Kelong tersebut mencerminkan bahwa dalam mengerjakan suatu pekerjaan, sebaiknya kita mengadakan kerja sama dengan orang lain agar pekerjaan itu cepat selesai dan berhasil.
Etika, Moral, dan Sopan Santun

Etika falsafah atau hukum membedakan hal yang baik dan yang buruk dalam kelakuan manusia, sedangkan moral adalah ukuran baik buruknya tingkah laku yang menyangkut pengontrolan diri, keyakinan diri, dan kedisiplinan tindakan (Dreyer dalam Oktavianus, 2006: 124). Adapun kesopanan yang terkandung dalam bahasa mencerminkan tingginya peradaban suatu bangsa atau tingginya martabat seseorang (Poedjosoedarmo, 2001: 186). Hal tersebut dapat dilihat dalam ungkapan berikut.

nikny sulp apn tauw aiymitu niy sirin niy pecn niy pGlin n niy pGdkn nikanaya sulapak appakna tau, iamintu niak sirikna, niak paccena.
niak panngalikna, na niak panngadakkanna.
Terjemahan: Yang disebut kesegiempatan manusia ialah manusia yang memiliki harga diri, memiliki rasa kesetiakawanan, menghargai orang lain, dan memiliki sifat sopan santun.

Dalam ungkapan di atas tercermin konsep sipakatau `sating menghargai’, konsep sirik ‘harga diri’, konsep pacce ‘kesetiakawanan’, konsep panngalik ‘perasaan hormat’, dan konsep panngadakkang ‘adat-istiadat/sopan santun’. Konsep sipakatau `sating rnenghargai’ menjadi inti atau pangkal dalam interaksi sosial sesuai dengan nilai-nilai positif yang ada dalam budaya Makassar. Konsep sink `harga diri adalah suasana hati dalam masyarakat, bukan semata-mata sebagai “pertahanan martabat diri” yang ditimbulkan secara emosional dari simultan nilai-nilai khusus.

Konsep pacce `solidaritas’ adalah iba hati melihat sesama warga yang mengalami penderitaan atau tekanan batin atas perbuatan orang lain atau sejenisnya. Kedua konsep ini merupakan sikap moral yang menjaga stabilitas dan berdimensi harmonis agar tatanan sosial atau adat istiadat berjalan secara dinamis (Hamid, 2003: xii). Konsep panngalik ‘perasaan hormat adalan rasa hormat kepada seseorang atau sesuatu yang dianggap bersih dalam arti luas. Konsep panngadakkang ‘adat-istiadat adalah himpunan kaidah-kaidah sosial dalam masyarakat yang bermaksud mengatur tata tertib masyarakat (Wahid, 1992: 89). Jika seseorang berhasrat akan melakukan sesuatu, segala rencana terpuiang pada adat. Adatlah yang merupakan penentu patut tidaknya sesuatu yang akan dilakukan. Keputusan yang diputuskan sesuai dengan proses adat, maka semua pihak dapat menerimanya, sebagaimana terungkap dalam ungkapan “punna panngadakkang taena erokku, taena kulleku” `jika sudah menyakut ketentuan yang sudah diadatkan, tidak berlaku kemampuanku’.

Lontarak merupakan lambang identitas daerah, mengandung nilai-nilai luhur yang sangat berharga. Lontarak merupakan salah satu aset kekayaan budaya daerah yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata budaya.
Berkaitan dengan asal usul lontarak Makassar terdapat beberapa pendapat yang berbeda. Oleh krena itu, disarankan perlu kajian yang lebih akurat sehingga diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.

Sumber bacaan :

Abidin. Zainal. 1983. Persepsi Orang Bugis, Makassar tentang Hukum. Negata dan Dunia luar. Bandung: Penerbit Alumni.
Basang, Djirong. 1972. Fonemik Bahasa Makassar. Ujung Pandang: Lembaga Bahasa Nasional Cabang 111
Djajasudarma T. Fatimah, dkk. 1997. Nilai Budaya dalam Ungkapan dan Peribahasa Sunda. Pusat pembinaan dan pengembangan bahasa, Departemen Pendidikan dan kebudayaan.
Duranti, Aessaridro. 1997. Linguistic Anthropology. Cambridge: Cambridge University Press.
Foley, Wilham A. 1997. Anthropology Linguistics: An Introduction. New York: Blackwell.
Hamid, Abu. 2003. “Sid’ Butuh Revitalisasi’. Dalam Mustafa. dkk.,.(Eu.) Sini dan Passe: Harga Did Orang Bugis. Makassar, Mandar dan Toraja. Makassar: Pustaka Refleks.
Kridalaksana, Harimurti. 1982. Kamaus Linguistik. Jakarta: Gramedia.

www.wacananusantara.org
Maknun, Tadjuddin, 1991. “Beberapa Catatan tentang Perkembangan Aksara Makassar”. Makalah Disajikan pada Seminar Sehari dalam Rangka Dies Natalis ke-32 Fak. Sastra Unhas, 9-11-1991.
2007. “Menyempurnakan Aksara Lontarak untuk Memudahkan Pemahaman Kandungan Lontarak”. Makalah Disajikan pada Kongres Internasional Bahasa­bahasa Daerah se-Sulawesi Selatan pada 22-25 Juli 2007 di Hotel Clarion Makassar.
Manyambeang, Kadir. 1996. “Lontaraq Riwayaqna tuanta salamaka ri Gowa: Suatu Analisis Linguistik Filologis”. Disertasi Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin.
Mattulada. 1991a. “Manusia dan Kebudayaan Bugis-Makassar dan Kaili di Sulawesi. Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya Indonesia No. 43 Th. XV Januari-April 1991.
1991b. Menyusuri Jejak Kehadiran Makassar dalam Sejarah. Ujung Pandang: Lembaga Penerbitan Universitas Hasanuddin.
Museum Nasional. 1976. “Mengenal Aneka Ragam Tulisan Daerah di Indonesia”. Jakarta: Direktorat Museum, Ditjen Kebudayaan Depdikbud No. 10/MP/NAS/76.
Oktavianus. 2006. “Nilai Budaya dalam ungkapan Minangkabau: Sebuah Kajian dari Perspektif Antropologi Linguistik”. Jurnal Linguistik Indonesia Tahun ke-24, Nomor 1. Jakarta: MLI bekerja sama dengan Obor Indonesia.
Pelras, Christian. 2006. Manusia Bugis. Jakarta: Nalar.
Poedjosoedarmo, Soepomo. 2001. Filsafat Bahasa. Surakarta: Muhammadiyah University Press.
Reid, Anthony. 2004. Sejarah Modern Awal Asia Tenggara. Jakarta: LP3ES.
Wahid, Sugira. 1992. “Metafora Bahasa Makassar”. Disertasi Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin.
Yatim, Nurdin. 1983. “Subsistem Honorofik Bahasa Makassar: Sebuah Analisis Sosiolinguistik”. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi,. Direktorat Pembinaan Penelitian, dan Pengembangan dalam Masyarakat.
http://etnics.blogspot.com

Makalah ini disampaikan pada Kongres Kebudayaan Indonesia 2008 pada tanggal 10-12 Desember di Bogor.
Read More

Jumat, 01 Juni 2012

Bad Boys Black Ala Mozambik

| |
0 komentar
Mozambik yang pernah dibawa jajahan  pemerintahan kolonial Portugis selama 470 tahun dan merdeka pada tahun 1975. Setelah kemerdekaan didalam negeri Mozambik terjadi gerakan Perlawanan anti-pemerintah bersenjata, sehingga pecah perang sipil selama 16-tahun.

Pada perang saudara di Mozambik sekitar 100.000 orang tewas dan 1,5 juta penduduk menjadi pengungsi dan tinggal di negara tetangga.Di Roma pada tanggal 4 Oktober 1992, pemerintah Mozambik dan RENAMO menandatangani perjanjian perdamaian, dan mengakhiri 16 tahun perang saudara.




 Pada saat perang sipil atau perang saudara terjadi banyak anak laki laki dibawah umur dijadikan alat perang oleh pemberontak. Anak-anak diculik oleh kelompok bersenjata dengan teror dan obat-obatan, semua anak ditahan dan secara teratur disuntikkan kokain atau obat obatan, bagi mereka yang menolak akan segera dibunuh.

Kejahtan anak anak bisa dibilang kejam, ada yang  merobek perut wanita hamil dengan bayonet dengan iming iming hadiah buat kekerasan yang mereka buat, inilah "Bad Boys Black" membunuhan sembarangan orang yang tidak bersalah, baik tua maupun muda, memotong tangan dan kaki dan kepala didedikasikan untuk pemimpin.







Mereka memperkosa dan setelah diperkosa mereka dibunuh. Mereka juga mengebiri alat kelamin polisi pemerintah, dan memperlakukannya secara memalukan.
Mereka dilatih dengan kejam dan penuh kekerasan, dan kadang-kadang diminta untuk membunuh orang tua mereka sendiri, teman, dan minum darah mereka. senjata api adalah mainan buat mereka.



Mereka sebenernya adalah korban dari pencucian otak, mereka adalah mesin mesin pembunuh kecil yang mematikan, makanya mereka menjadi begitu brutal dan penuh dengan kekerasan, obat obatan juga yang telah meracuni pikiran mereka.
Begitulah nasib anak anak ini.

Pesan :

"Semua postingan di blog ini adalah content asli, sudilah meminta izin sebelum mengambil tindakan copy paste, atau setidaknya menyertakan link aktif yang mengarah pada blog ini, kecuali rekan rekan yang memang resmi sahabat dan followers blog ini".
Read More

Minggu, 27 Mei 2012

Tau Malu Jiwa Seorang Pelaku Harakiri

| |
0 komentar
Salah satu budaya yang masih sering dilakukan oleh orang Jepang yang masih memegang teguh nilai-nilai tradisionalnya adalah harakiri. Harakiri adalah tindakan mengakhiri hidup dengan cara menusukkan belati atau samurai ke perut atau jantung yang dilakukan oleh orang yang merasa telah kehilangan kehormatan akibat melakukan kejahatan, aib, dan/atau mengalami kegagalan dalam menjalankan kewajiban. Bagi mereka, tidak ada gunanya lagi melanjutkan hidup bila sudah kehilangan kehormatan. Budaya ini juga masih terkait erat dengan kesetiaan dan kepatuhan orang Jepang kepada kaisar, dimana kaisar dalam kepercayaan Shinto (agama tradisional yang masih banyak dipeluk oleh masyarakat Jepang) berada di tempat yang sangat disakralkan.

Seppuku (harakiri) merupakan salah satu adat para samurai, terutama jenderal perang pada zaman bakufu yang merobek perut mereka dan mengeluarkan usus mereka agar dapat memulihkan nama mereka atas kegagalan saat melaksanakan tugas dan/atau kesalahan untuk kepentingan rakyat. Pada tradisi Jepang, istilah seppuku lebih formal.Harakiri merupakan istilah yang secara umum dikenal dalam bahasa Inggris, dan sering kali disalah-tuliskan  dengan "hari kari".


harakiri

tradisi harakiri jepang

harakari

Harakiri (Seppuku) adalah upacara untuk bunuh diri dan di luar Jepang lebih populer dengan istilah Harakiri, walaupun di Jepang sendiri istilah Harakiri dianggap sebagai istilah yang kasar. Ritual Seppuku biasanya memerlukan keterlibatan aktif paling tidak dua orang, satu yang mau bunuh diri dan satu lagi adalah pendampingnya (Kaishakunin) yang bertugas memenggal kepala orang yang melakukan Seppuku. Hanya saja, dalam pemenggalan itu leher yang dipenggal tidak boleh betul-betul putus, harus ada daging yang membuat kepala yang dipenggal tetap menempel pada tubuhnya.Ini sulit, oleh karenanya sang pendamping haruslah jagoan pedang juga.


Harakiri (Sepuku) biasanya dilakukan dengan upacara yang rumit. Orang yang hendak bunuh diri mandi dulu bersih-bersih, lantas pakai pakaian putih-putih, makan dulu, baru sesudahnya siap-siap untuk tusuk dan iris dimulai. Duduk diam dengan Tanto diletakkan di depannya. Menulis puisi terlebih dahulu. Selesai, baru itu Tanto diambil lantas ditusukan ke perut agak ke kiri lantas Tanto digeser ke kanan, yang terakhir ke atas sedikit,agar isi perutnya keluar. Selesai, baru sekarang giliran Kaishakunin beraksi menyabet lehernya. Tanto bekas pakai tadi lalu diletakkan di piring bekas makan tadi.

Hanya saja pendamping untuk Seppuku hanya untuk orang yang Seppukunya untuk menjaga kehormatan. Misalnya, kalau seorang Samurai tertangkap oleh musuh, maka seorang pendamping akan ditugaskan untuk memenggalnya. Jika Samurainya itu Samurai tukang mencuri, tukang korupsi atau jadi penjahat kelas teri dan lainnya yang tidak ada pendamping, dibiarkan mati begitu saja saja dengan kesakitan sampai kehabisan darah.

harakiri samurai

seppuku-harakiri

Seppuku sebagai hukuman telah resmi dihapuskan pada tahun 1873, segera setelah restorasi Meiji, tetapi Seppuku secara sukarela belum sepeniuhnya mati. Ratusan orang diketahui melakukan Seppuku setelah dihapuskannya. Termasuk beberapa orang anggota militer yang melakukan bunuh diri pada tahun 1895 sebagai protes menolak dikembalikannya wilayah China, setelah meninggalnya kaisar Meiji. Dan lebih banyak lagi tentara dan rakyat yang lebih memilih untuk mati daripada menyerah di akhir PD II.

Dan sebagai dampak budaya, kata ’seppuku’ biasa digunakan sebagai metafora seseorang melakukan ”self punishment” sebagai tanggung jawab bila melakukan kesalahan. Ritual ini telah membudaya di Jepang, sehingga apabila seseorang melakukan kesalahan dan melakukan bunuh diri, maka hal itu sah-sah saja dan dianggap sabagai upaya menebus kesalahan.

Jiwa kesatria yang patut dihargai sebagai rasa menunjukan kejujuran atas kesalahan. Rasa MALU akan kesalahan dan berbuat kesalahan adalah hal yang jadi dasar semua tindakan. Jika seseorang masih punya rasa malu maka ia akan berpikir lagi jika akan melakukan kesalahan. Hal yang langka saat ini dinegeri ini dimana seorang yang jelas jelas salah tidak pernah memiliki rasa malu. tidak ada kata Tau Malu Jiwa Seorang Pelaku Harakiri pelaku kejahatan di negeri ini.
Read More
Diberdayakan oleh Blogger.