Selasa, 17 Juli 2012

Cinta Sejati Dan Anti Poligami Burung Maleo

| |
0 komentar
Cinta Sejati Dan Anti Poligami Burung Maleo yang bener saja kawan mungkin itulah menurut pikiran banyak orang, apalagi hewan yang selama ini selalu dikonotasikan dengan sisi negatif klo ada manusia bertingkah laku layaknya hewan, tapi ini pembelajaraan dari secuil kehidupan hewan yang unik dan jarang diperhatikan banyak orang

Namanya Burung Maleo yang dalam nama ilmiahnya Macrocephalon maleo adalah sejenis burung yang berukuran sedang, dengan panjang sekitar 55cm. Burung Maleo adalah satwa endemik Sulawesi, artinya hanya bisa ditemukan hidup dan berkembang di Pulau Sulawesi, Indonesia. Selain langka, dan dilindungi burung maleo ini ternyata unik karena anti poligami lho !! karena burung Maleo adalah monogami spesies (anti poligami) yang dipercaya setia pada pasangannya. Sepanjang hidupnya, ia hanya mempunyai satu pasangan. Burung ini tidak akan bertelur lagi setelah pasangannya mati.



Klasifikasi ilmiah; Kerajaan: Vertebrata; Filum: Chordata; Kelas: Aves (Burung); Ordo: Galliformes; Famili: Megapodiidae; Genus: Macrocephalon; Spesies: Macrocephalon maleo; Nama binomial; Macrocephalon maleo (S. Müller, 1846)

Burung Maleo (Macrocephalon maleo) memiliki bulu berwarna hitam, kulit sekitar mata berwarna kuning, iris mata merah kecoklatan, kaki abu-abu, paruh jingga dan bulu sisi bawah berwarna merah-muda keputihan. Di atas kepalanya terdapat tanduk atau jambul keras berwarna hitam. Jantan dan betina serupa. Biasanya betina berukuran lebih kecil dan berwarna lebih kelam dibanding burung jantan.

Populasi terbanyaknya kini tinggal di Sulawesi Tengah. Salah satunya adalah di cagar alam Saluki, Donggala, Sulawesi Tengah. Di wilayah Taman Nasional Lore Lindu ini, populasinya ditaksir tinggal 320 ekor. Karena populasinya yang kian sedikit, burung unik dan langka ini dilindungi dari kepunahan. Maleo dikategorikan sebagai terancam punah di dalam IUCN Red List. Spesies ini didaftarkan dalam CITES Appendix I.

Populasi Maleo terancam oleh para pencuri telur dan pembuka lahan yang mengancam habitatnya. Belum lagi musuh alami yang memangsa telur Maleo, yakni babi hutan dan biawak. Habitatnya yang khas juga mempercepat kepunahan. Maleo hanya bisa hidup di dekat pantai berpasir panas atau di pegununungan yang memiliki sumber mata air panas atau kondisi geothermal tertentu. Sebab di daerah dengan sumber panas bumi itu, Maleo mengubur telurnya dalam pasir.

Ciri ciri Dan Keunikan Pada Burung Maleo (Macrocephalon maleo) :

Tonjolan di kepala; Maleo memiliki tonjolan (tanduk atau jambul keras berwarna hitam) dikepala. Pada saat masih anak dan remaja, tonjolan di kepala ini belum muncul, namun pada saat menginjak dewasa tonjolan inipun mulai tampak. Diduga tonjolan ini dipakai untuk mendeteksi panas bumi yang sesuai untuk menetaskan telurnya (Meskipun hal ini masih memerlukan pembuktian secara ilmiah).

Tidak suka terbang. Meskipun memiliki sayap dengan bulu yang cukup panjang, namun lebih senang jalan kaki dari pada terbang.

Habitat dekat sumber panas bumi. Maleo hanya bisa hidup di dekat pantai berpasir panas atau di pegununungan yang memiliki sumber mata air panas atau kondisi geothermal tertentu. Sebab di daerah dengan sumber panas bumi itu, Maleo mengubur telurnya dalam pasir.

Maleo telurTelur yang besar. Maleo memiliki ukuran telur yang besar, mencapai 5 kali lebih besar dari telur ayam. Beratnya antara 240 hingga 270 gram. per butirnya.

Maleo tidak mengerami telurnya. Telur burung endemik ini dikubur sedalam sekitar 50 cm dalam pasir di dekat sumber mata air panas atau kondisi geothermal tertentu. Telur yang ditimbun itu kemudian ditinggalkan begitu saja dan tak pernah diurus lagi. Suhu atau temperatur tanah yang diperlukan untuk menetaskan telur maleo berkisar antara 32-35 derajat celsius. Lama pengeraman pun membutuhkan waktu sekitar 62-85 hari.

Perjuangan anak Maleo. Anak maleo yang telah berhasil menetas harus berjuang sendiri keluar dari dalam tanah sedalam kurang lebih 50cm (bahkan ada yang mencapai 1 m) tanpa bantuan sang induk. Perjuangan untuk mencapai permukaan tanah akan membutuhkan waktu selama kurang lebih 48 jam. Inipun akan tergantung pada jenis tanahnya. Sehingga tak jarang beberapa anak maleo dijumpai mati “ditengah jalan”.

Anak yang mandiri. Anak yang baru saja mencapai permukaan tanah sudah memiliki kemampuan untuk terbang dan mencari makan sendiri (tanpa asuhan sang induk).

Mnurut IUCN, burung Maleo masuk dalam kategori “terancam punah”. CITES juga memasukkan binatang khas Sulawesi Tengah ini dalam kategori Appendix I.

Kelangkaan fauna unik ini antara lain disebabkan oleh terdesaknya habitat terutama yang berada di luar kawasan konservasi, perburuan telur Maleo oleh manusia serta ancaman predator antara lain : Biawak (Varanus sp), Babi Hutan (Sus sp), dan Elang.

Burung Maleo si spesies anti poligami yang selalu setia pada pasangannya sepanjang hidupnya, ia hanya mempunyai satu pasangan dan Burung ini tidak akan bertelur lagi setelah pasangannya mati. Pelajaran hidup yang patut dihargai dari seekor hewan yang selalu dipojokan jika ada tingkah manusia yang nyeleneh dan dianggap sebagai nafsu hewani atau bersifat seperti binatang padahal hewan sendiri ada juga yang menjujung tinggi cinta sejati seperti burung maleo ini.
Read More

Senin, 16 Juli 2012

Warna Elegan Anggrek Dendrobium Lasianthera

| |
0 komentar
Setangkai anggrek akan lebih terkesan romantis dan bernuansa menyejukan hati bagi yang menerimanya entah itu pacar, sahabat atau orang orang yang disayangi, Anggrek tumbuhan indah yang sulit diungkapkan keindahan dengan kata kata, ciptaan Tuhan yang sangat cantik, tapi anggrek tidak akan mudah dinikmati oleh kalangan tertentu, selain langka juga jenisnya sulit didapat seperti Anggrek Dendrobium lasianthera, aggrek ini kadang disebut juga sebagi anggrek stroberi.

Anggrek Dendrobium lasianthera merupakan anggrek yang hidup di Indonesia seperti Papua dan Papua New Guinea. Di Indonesia dikenal sebagai anggrek stuberi, stroberi. Dalam bahasa Inggris biasa anggrek ini dikenal sebagai Wooly Pollina Dendrobium, atau dengan nama varietasnya semisal May River Red dan Sepik Blue.

anggrek-langka 

Anggrek Dendrobium lasianthera merupakan tanaman epifit yang tumbuh di daerah lembab dan membutuhkan banyak cahaya. Di alam liar biasa ditemukan hidup di sekitar daerah aliran sungai, rawa-rawa, dan hutan di dataran rendah Papua.

Ukuran tanaman anggrek Dendrobium lasianthera cukup besar, bisa mencapai lebih dari 1 meter. Anggrek ini mempunyai bunga yang indah. Dalam satu tandon bunga bisa muncul antara 10 – 30 kuntum bunga. Warna bunganya pun sangat bervariasi mulai dari merah, putih, biru, dan kekuningan dengan gradasi indah.

Masing-masing varietas anggrek ini mempunyai gradasi warna yang berbeda. Pada varietas May River Red memiliki warna kuning kecoklatan pada dasar bunga dengan semburat warna merah tua ditengahnya serta warna kuning tipis pada tepi kuntumnya. Pada varietas Sepik Blue dengan warna putih dan merah kecoklatan pada bagian tengah dengan labellum berwarna ungu kebiruan. Untuk varietas Veronica Somare mempunyai warna putih pada bagian tengahnya yang bergradasi warna kuning dan ungu kemerahan pada ujungnya.

Anggrek Dendrobium lasianthera


Anggrek Dendrobium lasianthera ini memang sangat indah, elegan  dan menawan. Akan lebih baik dilestarikan sebagai kekayaan alam dari bumi katulistiwa ini..

Klasifikasi ilmiah. Kerajaan: Plantae. Divisi: Magnoliophyta. Kelas: Liliopsida. Ordo: Asparagales.
Famili: Orchidaceae.
Genus: Dendrobium.
Spesies: Dendrobium lasianthera.

Semoga bermanfaat.
Read More

Nama Latin Hewan Dan Tumbuhan Yang Terkesan Jorok

| |
0 komentar
1. Amorphophallus. 

bunga-bangkai 
 
Amorphophallus adalah nama genus dari bunga bangkai atau suweg yang diantara jenisnya adalah A. titanum dan A. gigas. Phallus mempunyai arti sebagai ‘lingga’ atau penis yang sedang dalam keadaan ereksi. Sedangkan “Amorphos” merupakan bahasa Yunani Kuno yang berarti “cacat, tanpa bentuk”. Tampaknya nama ilmiah ini diilhami oleh bentuk tongkol bunganya yang menjulang tegak lurus. 
2. Alysicarpus vaginalis (L.) DC.


Tumbuhan ini di Indonesia kadang disebut sebagai brobos, barobos, gude oyod, atau sesenep. Merupakan Tanaman merambat semusim yang terkadang dianggap sebagai gulma dan kerap dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Unsur seksnya tidak usah saya bahas lagi. 

3. Cypraecassis testiculus (Linnaeus 1758)
Merupakan nama latin dari siput ‘Reticulated Cowry Helmet‘ yang hidup di pantai berbatu di Samudera Atlantik, Teluk Meksiko, dan Laut Karibia. Testiculus merupakan bahasa latin yang menjadi asal usul kata testis (nama kelenjar pada alat kelamin pria).

4. Eroticoscincus Wells & Wellington, 1984.
Adalah kadal hutan hujan subtropis yang hidup di Queensland, Australia dan biasa dikenal sebagai Elf skink atau Kadal Asmara.

5. Labia minor Linnaeus. Mendengar nama ini tentunya akan langsung teringat akan bagian dari alat kelamin perempuan yang terletak di belakang labia mayora. Ternyata istilah ini digunakan juga sebagai nama latin serangga sejenis ‘earwig’ yang di Sunda dikenal sebagai Cocopét.

6. Orchidaceae. Merupakan nama suku dari berbagai jenis anggrek. Orchidaceae diambil dari bahasa Yunani “orkhis” yang berarti ‘testis’. Ini mengacu pada penampilan umbi semu (pseudobulb) tanaman yang menggembung. Juga terkait mitos tentang anggrek terestrial yang muncul dari tumpahan air mani hewan kawin.

7. Phallus drewesii Desjardin, 2009. Nama ilmiah dari sejenis jamur kecil yang tumbuh menyamping dan menyerupai alat kelamin pria ini diberikan oleh penemunya, Denis Desjardin dan Brian Perry (San Fransisco State University), sebagai ungkapan rasa humor atas sahabat mereka Robert Drewes, seorang kurator Herpetologi yang bekerja di California Academy Of Sciences. Tentunya atas izin yang bersangkutan. Drewes banyak membantu memberikan penjelasan tentang pulau Sao Pome, habitat endemik jamur tersebut.

8. Penicillus vaginiferous Lamarck, 1818. Sejenis kerang laut yang hidup di pesisir Kepulauan Dampier, Australia Barat.

9. Verpa penis Linnaeus, 1798. Bersinonim dengan Penicillus penis, Brechites penis, dan Serpula penis, merupakan sejenis bivalvia (kerang-kerangan) yang tersebar di perairan Afrika hingga Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Sumber :  http://fotoetnics.blogspot.com/2012/07/nama-tumbuhan-dan-hewan-unik.html
Read More

Ikan Terkecil Didunia

| |
0 komentar
Paedocypris progenetica adalah ikan paling kecil di dunia, dengan ukuran hanya sepanjang 7,9 milimeter. Bahkan ikan Paedocypris progenetica pun pernah dinobatkan sebagai vertebrata (hewan bertulang belakang) terkecil sebelum pada Januari 2012 ‘disalip’ oleh katak Paedophryne amauensis asal Papua Nugini yang lebih pendek.

Ikan Paedocypris progenetica merupakan hewan asli dan endemik Sumatera. Ikan dengan tubuh sangat kecil dan paling pendek ini mendiami daerah rawa gambut. Ikan Paedocypris progenetica pertama kali ditemukan oleh Maurice Kottelat, dan Tan Heok Hui dari Raffles Museum of Biodiversity Research, Singapura pada tahun 2005.

Kecuali nama latin hewan ini, hingga kini saya belum menemukan padanan kata atau nama lain ikan terpendek ini dalam bahasa lokal, bahasa Indonesia, maupun dalam bahasa Inggris. Nama genus ikan ini, Paedocypris diambil dari bahasa Yunani, Paideios yang berarti anak-anak dan Cypris yang berarti Venus (atau berarti perempuan). Jadi bisa dikatakan ikan mungil ini bisa juga disebut “Ikan Anak Perempuan”


ikan-terkecil-didunia

Diskripsi Fisik dan Perilaku. Lantaran ukurannya yang sangat kecil, sepintas ikan ini lebih mirip larva yang berenang di air. Ukuran tubuh ikan Paedocypris progenetica saat dewasa hanyalah sepanjang antara 7,9-10,3 milimeter. Bentuknya pipih memanjang dengan bagian tubuh yang transparan. Makanan utamanya plankton yang hidup di dekat dasar rawa.

Untuk menjaga agar tubuhnya tetap kecil, ikan Paedocypris progenetica berevolusi dengan menghilangkan beberapa organ ikan dewasa. Misalnya otak ikan Paedocypris progenetica yang tidak dilindungi oleh tengkorak kepala. Juga perilaku ikan betina yang hanya dapat menghasilkan beberapa indung telur saja. Ukurannya yang kecil bertahan hidup ketika daerah tempat tinggalnya dilanda kekeringan dengan berlindung di genangan air terdangkal di rawa-rawa.

Ikan Paedocypris progenetica merupakan hewan endemik yang hanya bisa ditemukan di Sumatera, Indonesia. Habitatnya adalah daerah rawa gambut. Sebuah habitat yang unik di mana air di kawasan gambut mempunayi tingkat keasaman yang jauh lebih tinggi dibandingkan air pada umumnya.

Sebagaimana perilakunya yang belum banyak diketahui, populasi ikan terkecil ini juga tidak diketahui secara pasti. Ikan Paedocypris progenetica juga belum terevaluasi atau terdaftar dalam status konservasi IUCN Redlist ataupun dalam daftar apendiks CITES.

Namun keberadaan ikan unik yang berukuran sangat kecil ini, diduga semakin terancam akibat rusaknya rawa gambut oleh tindakan manusia yang berupa deforestasi secara berlebihan dan alih fungsi lahan.

Keberadaan ikan Paedocypris progenetica yang menyandang gelar sebagai ikan paling kecil di dunia membuktikan kekayaan biodiversitas Indonesia yang sangat besar. Pun menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi segenap bangsa. Sayangnya, ikan terkecil ini belum banyak kita kenal, bahkan tidak sedikit yang belum mengetahui kalau Indonesia memiliki salah satu rekor dunia; Paedocypris progenetica ikan paling kecil di dunia.

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Actinopterygii. Ordo: Cypriniformes. Famili: Cyprinidae. Genus: Paedocypris. Spesies: Paedocypris progenetica.

Sumber :

    www.fishbase.org/Summary/SpeciesSummary.php?ID=62548
    www.catalogueoflife.org/testcol/details/species/id/10060336
    rspb.royalsocietypublishing.org/content/273/1589/895.full
    gambar: rspb.royalsocietypublishing.org
Read More

Minggu, 15 Juli 2012

Rahasia Kandungan Kimia Buah Maja

| |
0 komentar
Buah maja pasti identik dengan nama kerajaan besar dibumi pertiwi yaitu kerajaan Majapahit, dari nama majapahit ada cerita tersendiri kok ada embel embel pahit, padahal buah maja sendiri tidak begitu pahit.
Justru buah ini mempunyai rasa yang manis serta berkhasiat sebagai tanaman obat. Meskipun harus diakui bahwa tanaman ini seringkali saling rancu dengan pohon bernama ilmiah Crescentia cujete yang terkadang disebut juga maja. Buah maja biasanya dimakan segar. Selain dikonsumsi buahnya, beberapa bagian tumbuhan ini dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Bagian itu seperti daun maja yang mempunyai khasiat sebagai obat kudis, akar dan kulit pohon berkhasiat sebagai obat sakit usus dan daging buahnya berkhasiat sebagai obat disentri.


buah-maja

Tumbuhan ini terdapat di Asia Selatan dan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian ± 500 m dpl. Pohon maja mampu tumbuh di lahan basah seperti rawa-rawa maupun di lahan kering dan ekstrim.


Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Upakelas: Rosidae; Ordo: Sapindales; Famili: Rutaceae; Genus: Aegle; Spesies: Aegle marmelos.

Nama ilmiah       : Aegle marmelos Correa.
Nama daerah     : maja (Sunda); maja, maja galepung, maja gedang, maja pait, maos (Jawa); bila, bila gedang, bila peak (Madura); wabiila (Sumba Timur); dilak (Timor).
Nama asing        : beal fruit (Inggris).

Buah Maja mempunyai rasa manis, harum, dan tajam di tenggorokan. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam maja di antaranya zat lemak dan minyak terbang yang mengandung linonen. Daging buah maja mengandung substansi semacam minyak balsem, 2-furocoumarins-psoralen, dan marmelosin (C13H12O). Buah, akar, dan daun maja bersifat antibiotik. Selain itu akar, daun, dan ranting digunakan untuk mengobati gigitan ular.

rahasia-kandungan-kimia-buah-maja

Akar maja mengandung psoralen, anthotoxin, o-methylscopoletin, scopoletin, decursinol, haplonine, dan aegelinol. Daun maja mengandung a-limonene, 56%-a-8-phellandzene, sineol, 17% cyrnene, citonellol, citiol, 5% cumin aldehyde, alkaloids, o-(3,3-dimethylallyl)-halfordinol, n-2-ethoxy-2-(4-methoxyphenyl) ethylcinna-mide, n-2-methoxy-2-(4-3,3-dimethyalloxy) phennyl, ethylcinnamamide. Namun, daun disebutkan  dapat menyebabkan aborsi dan steril bagi wanita. Sementara ranting digunakan sebagai racun ikan.  Tanin yang digunakan dalam jangka waktu lama bersifat antinutrisi dan menyebabkan kanker.

Efek farmakologis akar maja diantaranya mengobati demam. Kulit batang dan akar maja untuk obat jantung, stomakikum, dan sedatif. Daun maja untuk borok, kudis, eksim, bisul, abortif, demam, dan radang selaput lendir hidung. Buah maja untuk disentri dan diare, sedangkan kulit buahnya untuk pewangi.

Sudah saatnya buah ini dilestarikan karena pohon buah maja ini mulai langka dan sulit ditemukan, karena bisa jadi dikemudian hari kandungan kimia buah maja ini bisa menjadi obat buat obat penyakit yang sulit disembuhkan dan diobati..Lestarikan buah langka nusantara.

sumber: http://etnics.blogspot.com
Read More
Diberdayakan oleh Blogger.