Selasa, 31 Juli 2012

Cara Mudah Membuang Sisa Tegangan Pada Elco Dalam Rangkaian Elektronik

| |
0 komentar
Pernah lihat komponen elektronik berupa Elco atau nama lainnya kodensator? bentuknya seperti kaleng susu tapi kecil dan banyak dalam rangkaian elektronik. warnanya pun juga banyak ada hijau, biru, kuning atau hitam. Benda kecil ini terlihat sepele tapi menyimpan potensi listrik yang cukup buat ngejutin jantung karena bisa bikin kaget jika terpegang jika dalam rangkaian elektronik, semua elco akan menyimpan listrik semakin besar kapasitas elco (dalam Farad) dan tegangan elco ( dalam Volt) semakin besar pula daya simpan listriknya. Misal elco 180uF/400v, Elco ini bisa menyimpan listrik sebesar 200-300v (sama dengan sumber arus PLN) dan bisa membuat kita sangat shock.


cara buang sisa tegangan pada elco

Tidak percaya? tidak terpasang dalam rangkaian elektronik elco tidak akan menyimpan arus karena tidak ada arus yang mengalir, beda jika dalam rangkaian elektronik, sebuah elco akan menyimpan sisa tegangan, ambil contoh sobat belajar membongkar monitor komputer atau TV yang mati total atau power suplay CPU, buat yang pengalaman pasti sudah tahu tapi buat yang awam ingin coba coba terkadang gak tahu klo masih ada tegangan yang tersisa walau sumber arus PLN tidak terpasang..pas terpegang kaki muatan elco tersebut terasa menyengat seperti kesetrum listrik, itu karena tegangan masih tersimpan dalam elco tersebut. Buat yang sudah biasa pasti punya cara membuang sisa tegangan pada elco tersebut buat yang baru belajar akan sedikit bingung bahkan takut.

Tidak usah kuatir ini ada tip yang bisa dicoba untuk membuang sisa tegangan pada elco tersebut :

Cara Pertama : 
Cara ini biasa dilakukan oleh banyak orang dan berhasil, yaitu dengan mengkonsletkan kedua kaki elco dengan obeng atau ujung solder. Cara ini sangat tidak di rekomendasikan, karena selain dapat membuat kita terkejut karena bunyinya yang seperti petasan juga dapat membuat solder rusak atau membuat nilai atau usia elco akan berkurang.
   
Cara kedua :
Menggunakan bola lampu 100W atau yang lebih kecil. Jangan lupa bolam tadi di pasang dalam Fitingnya dan kasih kabel seperlunya sebagai untuk koneksi. Caranya dengan menghubungkan kedua kabel tadi pada kedua kaki elco, bolak balik tidak masalah. Cara ini terbilang sangat aman. bola lampu akan nyala sebentar dan kemudian mati karena setrum di elco sudah habis.

Cara Ketiga :
Dengan menghubungkan kedua kaki elco dengan sebuah resistor 30 - 50 Kohm / 2 Watt atau resistor ukuran kilo. Untuk resistornya sendiri dipegang dengan tang panjang baru sedua kaki dihubungkan pada kedua kaki elco. ujung satu resistor dihubungkan dengan kaki elco begitu juga kaki yang lain, jika sedikit rajin bisa disolder langsung pada kedua kaki elco tersebut, setelah satu atau dua menit baru dilepas.

Setelah cara cara diatas dikerjakan, silahkan ambil mulstitester untuk mengecek kerusakan pada komponen elektronik baik pada televisi, monitor atau power suplay, tapi untuk televisi dan monitor komputer ada bagian lain yang harus diperhatikan juga seperti playback karena tegangannya juga sangat besar dan harus digroundkan dahulu. Nanti dipostingan selanjutnya dikasih tahu cara membuang atau menggroundkan sisa arus pada playback.

Semoga berguna dan selamat berkarya dan belajar.
Read More

Cara Beternak Belut

| |
0 komentar
1. Sejarah Singkat Belut

Belut merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh bulat memanjang yang hanya memiliki sirip punggung dan tubuhnya licin. Belut suka memakan anak-anak ikan yang masih kecil. Biasanya hidup di sawah-sawah, di rawa-rawa/lumpur dan di kali-kali kecil. Di Indonesia sejak tahun 1979, belut mulai dikenal dan digemari, hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas ekspor.

2. Sentra Perikanan

Sentra perikanan belut Internasional terpusat di Taiwan, Jepang, Hongkong, Perancis dan Malaysia. Sedangkan sentra perikanan belut di Indonesia berada di daerah Yogyakarta dan di daerah Jawa Barat. Di daerah lainnya baru merupakan tempat penampungan belut-belut tangkapan dari alam atau sebagai pos penampungan.

3. Jenis jenis Belut


Klasifikasi belut adalah sebagai berikut:
Kelas : Pisces
Subkelas : Teleostei
Ordo : Synbranchoidae
Famili : Synbranchidae
Genus : Synbranchus
Species : Synbranchus bengalensis Mc clell (belut rawa); Monopterus
albus Zuieuw (belut sawah); Macrotema caligans Cant (belut
kali/laut)
Jadi jenis belut ada 3 (tiga) macam yaitu belut rawa, belut sawah dan belut
kali/laut. Namun demikian jenis belut yang sering dijumpai adalah jenis belut
sawah.

4. Manfaat Belut

Manfaat dari budidaya belut adalah:
1) Sebagai penyediaan sumber protein hewani.
2) Sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
3) Sebagai obat penambah darah.

5. Persyaratan lokasi budidaya belut

1) Secara klimatologis ikan belut tidak membutuhkan kondisi iklim dan geografis yang spesifik. Ketinggian tempat budidaya ikan belut dapat berada di dataran rendah sampai dataran tinggi. Begitu pula dengan kelembaban dan curah hujan tidak ada batasan yang spesifik.
2) Kualitas air untuk pemeliharaan belut harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kondisi tanah dasar kolam tidak beracun.
3) Suhu udara/temperatur optimal untukpertumbuhan belut yaitu berkisar antara 25-31 derajat C.
4) Pada prinsipnya kondisi perairan adalah air yang harus bersih dan kaya akan osigen terutama untuk bibit/benih yang masih kecil yaitu ukuran 1-2 cm. Sedangkan untuk perkembangan selanjutnya belut dewasa tidak memilih kualitas air dan dapat hidup di air yang keruh.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA BELUT

6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan

1) Perlu diketahui bahwa jenis kolam budidaya ikan belut harus dibedakan antara lain: kolam induk/kolam pemijahan, kolam pendederan (untuk benih belut berukuran 1-2 cm), kolam belut remaja (untuk belut ukuran 3-5 cm) dan kolam pemeliharaan belut konsumsi (terbagi menjadi 2 tahapan yang masing-masing dibutuhkan waktu 2 bulan) yaitu untuk pemeliharaan belut ukuran 5-8 cm sampai menjadi ukuran 15-20 cm dan untuk pemeliharan belut dengan ukuran 15-20 cm sampai menjadi ukuran 30-40 cm.

2) Bangunan jenis-jenis kolam belut secara umum relatif sama hanya dibedakan oleh ukuran, kapasitas dan daya tampung belut itu sendiri.

3) Ukuran kolam induk kapasitasnya 6 ekor/m2. Untuk kolam pendederan (ukuran belut 1-2 cm) daya tampungnya 500 ekor/m2. Untuk kolam belut remaja (ukuran 2-5 cm) daya tampungnya 250 ekor/m2. Dan untuk kolam belut konsumsi tahap pertama (ukuran 5-8 cm) daya tampungnya 100 ekor/m2. Serta kolam belut konsumsi tahap kedua (ukuran 15-20cm) daya tampungnya 50 ekor/m2, hingga panjang belut pemanenan kelak berukuran 3-50 cm.

4) Pembuatan kolam belut dengan bahan bak dinding tembok/disemen dan dasar bak tidak perlu diplester.

5) Peralatan lainnya berupa media dasar kolam, sumber air yang selalu ada, alat penangkapan yang diperlukan, ember plastik dan peralatan-peralatan lainnya.

6) Media dasar kolam terdiri dari bahan-bahan organik seperti pupuk kandang, sekam padi dan jerami padi. Caranya kolam yang masih kosong untuk lapisan pertama diberi sekam padi setebal 10 cm, diatasnya ditimbun dengan pupuk kandang setebal 10 cm, lalu diatasnya lagi ditimbun dengan ikatan-ikatan merang atau jerami kering. Setelah tumpukan-tumpukan bahan organik selesai dibuat (tebal seluruhnya sekitar 30 cm), berulah air dialirkan kedalam kolam secara perlahan-lahan sampai setinggi 50 cm (bahan organik
+ air). Dengan demikian media dasar kolam sudah selesai, tinggal media tersebut dibiarkan beberapa saat agar sampai menjadi lumpur sawah. Setelah itu belut-belut diluncurkan ke dalam kolam.

6.2. Penyiapan Bibit

1) Menyiapkan Bibit

a. Anak belut yang sudah siap dipelihara secara intensif adalah yang berukuran 5-8 cm. Di pelihara selama 4 bulan dalam 2 tahapan dengan masing-masing tahapannya selama 2 bulan.

b) Bibit bisa diperoleh dari bak/kolam pembibitan atau bisa juga bibit diperoleh dari sarang-sarang bibit yang ada di alam.

c. Pemilihan bibit bisa diperoleh dari kolam peternakan atau pemijahan. Biasanya belut yang dipijahkan adalah belut betina berukuran ± 30 cm dan belut jantan berukuran ± 40 cm.

d. Pemijahan dilakukan di kolam pemijahan dengan kapasitas satu ekor pejantan dengan dua ekor betina untuk kolam seluas 1 m2. Waktu pemijahan kira-kira berlangsung 10 hari baru telur-telur ikan belut menetas. Dan setelah menetas umur 5-8 hari dengan ukuran anak belut berkisar 1,5–2,5 cm. Dalam ukuran ini belut segera diambil untuk ditempatkan di kolam pendederan calon benih/calon bibit. Anak belut dengan ukuran sedemikian tersebut diatas segera ditempatkan di kolam pendederan calon bibit selama ± 1 (satu) bulan sampai anak belut tersebut berukuran 5-8 cm. Dengan ukuran ini anak belut sudah bisa diperlihara dalam kolam belut untuk konsumsi selama dua bulan atau empat bulan.

2) Perlakuan dan Perawatan Bibit Belut
Dari hasil pemijahan anak belut ditampung di kolam pendederan calon benih selama 1 bulan. Dalam hal ini benih diperlakukan dengan secermat mungkin agar tidak banyak yang hilang. Dengan perairan yang bersih dan lebih baik lagi apabila di air yang mengalir.

6.3. Pemeliharaan Pembesaran

1) Pemupukan Jerami yang sudah lapuk diperlukan untuk membentuk pelumpuran yang subur dan pupuk kandang juga diperlukan sebagai salah satu bahan organik utama.

2) Pemberian Pakan Bila diperlukan bisa diberi makanan tambahan berupa cacing, kecoa, ulat
besar(belatung) yang diberikan setiap 10 hari sekali.

3) Pemberian Vaksinasi

4) Pemeliharaan Kolam dan Tambak
Yang perlu diperhatikan pada pemeliharaan belut adalah menjaga kolam agar tidak ada gangguan dari luar dan dalam kolam tidak beracun.

7. HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama
1) Hama pada belut adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan belut.
2) Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang belut
3) Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing. Pemeliharaan belut secara intensif tidak banyak diserang hama.

7.2. Penyakit
Penyakit yang umum menyerang adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil.

8. PANEN

Pemanenan belut berupa 2 jenis yaitu :

1) Berupa benih/bibit yang dijual untuk diternak/dibudidayakan.
2) Berupa hasil akhir pemeliharaan belut yang siap dijual untuk konsumsi (besarnya/panjangnya sesuai dengan permintaan pasar/konsumen). Cara Penangkapan belut sama seperti menangkap ikan lainnya dengan
peralatan antara lain: bubu/posong, jaring/jala bermata lembut, dengan pancing atau kail dan pengeringan air kolam sehingga belut tinggal diambil saja.


Semoga bermanfaat dan bisa dijadikan peluas bisnis yang bagus untuk yang ingin berwirausaha sampingan.
Belut terkadang terlihat menijikan atau bikin geli tapi hasil dan peluang yang dihasilkan sangat menjanjikan untuk ditekuni.

Sumber : http://www.ristek.go.id
Read More

Cara Buat Kue Apem

| |
0 komentar
Kue apem merupakan jajanan tradisional yang mulai langka entah karena kala dengan jajanan modern atau memang sudah sedikit penyuka kue apem karena terkesan sederhana, tapi sebenernya kue apem ini asli jajanan unik indonesia, untuk membuat kue apem tidak begitu sulit kok, sangat mudah tidak perlu pengalaman khusus , bahannyapun mudah didapat,  berikut resep kue apem yang bisa dicoba, resep kue apem kukus dan kue apem kelapa.


cara buat kue apem

Bahan untuk biang kue apem kukus :

    2 sendok makan tepung terigu
    3 sendok teh ragi instan
    1 sendok makan gula pasir
    6 sendok makan air

Bahan kue apem kukus :

    3 sendok makan tepung beras
    175 gram tepung tapioka
    2 lembar daun pandan
    8 butir kuning telur
    2 butir putih telur
    150 gram gula merah
    100 gram gula pasir
    garam secukupnya
    400 ml santan

Cara buat kue apem kukus :

  •  Pertama campurkan semua bahan biang, kemudian aduk rata
  •  Diamkan adonan biang hingga mengembang
  •  Lalu campurkan gula merah, gula pasir, santan, garam, dan daun pandan
  •  Rebus sampai mendidih, lalu angkat dan saring. Setelah itu dinginkan
  •  Campur semua bahan kering, tambahkan telur sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai rata
  •  Adonan biang dimasukkan, kemudian uleni selama 10 menit
  •  Diamkan adonan yang sudah diuleni selama 30 menit
  •  Tuangkan santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata
  •  Diamkan selama kurang lebih 1 jam
Selanjutnya :

  • Setelah 1 jam adonan di tuangkan kedalam cetakan plastik.
  • Kemudian kukus adonan kue apem hingga matang, setelah matang langsung diangkat.
  • Resep kue apem kukus ini dibuat untuk 20 buah.
Yang ini Bahan dan cara buat kue apem kelapa :

    100 gr tepung beras
    200 gr tepung terigu
    1/2 sdt ragi instan
    400 ml santan
    2 lembar daun pandan
    2 butir telur
    1/2 sdt garam
    100 gr kelapa setengah tua, parut kasar


Cara Membuat Apem Kelapa :

  • Rebus santan bersama daun pandan sampai mendidih sambil diaduk
  • Campurkan terigu, tepung beras, dan ragi aduk rata
  • Buat lubang di tengah, masukkan telur, aduk rata sambil dituangi santan sedikit demi sedikit, aduk sampai licin
  • Masukkan kelapa parut dan garam, aduk rata, diamkan 30 menit
  • Panaskan cetakan cara bikang yang telah diolesi minyak di atas api kecil
  • Masukkan adonan, biarkan samapi setengah batang, tutup lalu masak sampai matang
Mudah bukan..?? mari lestarikan jajanan tradisional bangsa ini.
Read More

EMPLEX Pada Kue Kering Dan Kue Basah Lebaran Yang Ada Dipasaran

| |
0 komentar
Yang paling banyak kita lihat dan paling top dibulan ramadan atau bulan puasa ini adalah orang berdagang pakaian dan kue  kering dan kue basah, walau tidak lepas hal lain seperti tiket mudik lebaran baik darat, laut maupun udara, makanan minuman  adalah bisnis paling laris selama bulan suci ramadan termasuk kue kue lebaran.

Yang namanya kue atau makanan produksi massal atau dalam jumlah banyak dipastikan kualitas sering diabaikan karena order yang  menumpuk dan banjir pesanan, dibuat menjelang hari raya rasanya tidak mungkin terpenuhi semua pesanan dibuat agak awal bualan  ramadhan takut kelamaan kue kering dan basah menjadi rusak dan berjamur karena waktunya masih lama.

Nah pikiran atau memang sudah jadi kebiasaan selama memproduksi kue kue untuk hari raya inilah banyak produsen penghasil kue  yang dijual dipasaran menggunakan bahan pengawet pada makanan dan kue yang dijual. Bahan pengawet makanan sudah diatur dan  ada ketentuannya, label expired rasanya cukup untuk membatasi umur jual suatu produk bahan makanan seperti kue kering. tapi apakah hasil produksi produsen kue kering dan kue basah menjelang hari raya bisa dikontrol dinas kesehatan.? untuk itu  penggunaan Emplex oleh produsen kue rumahan atau mungkin pabrikan lolos dari pantauan.


emplex-pengawet-makanan 

Bahan pengawet makanan modern saat ini adalah Emplex, EMPLEX adalah merk bahan kimia pembantu yang biasa digunakan untuk  membantu merenyahkan lur kukis (cookies). Bentuknya emplex  sendiri bubuk berwarna putih. dan digunakannya harus sesuai  takaran yaitu 0,4 s/d 0,8% dari berat tepung yang digunakan pada  resep kue kering. Maksud penggunaan emplex sendiri sebagai  pengawet makanan. Emplex bisa dibeli dipasar yang menjual bahan  kue. Kemasan aslinya paling kecil 1 kg, tapi ada juga yang  ukuran 100 gram.

Emplex merupakan bahan kimia yang element partiklenya terdiri dari plastik. Fungsi utamanya sebagai bahan pengawet makanan  yang bekerja menahan kelembaban udara dan melawan jamur. paling banyak gigunakan di beberapa negara Asia sebagai bahan  pengawet makanan.

Di America Emplex hanya digunakan di industry Pharmacuticle sebagai  "Bag Sealer" supaya produksi obat-obatan bisa dikirim  dengan aman dan terhindar dari kelembaban udara/cuaca dan obat terjaga. Efek Kering dari hasil bahan kimia ini bukan untuk  bahan pengawet makanan lho. Jadi jangan heran Emplex ini bisa juga dicampurkan pada kue kering dan basah yang biasa dijual

menjelang hari taya lebaran, karena dengan menambahkan emplex kue kering dan basah bisa bertahan bertahun-tahun karena ada  zat kimia yang terdiri dari unsur plastik itu tadi. Jadi jangan sampe kue lebaran yang harusnya enak dan lexat dimakan itu sudah mengandung bahan kimia plastik. Yang namanya penjual jarang mikirin kerugian dan dampak buruknya pada masyararakat yang penting kejar omzet penjualan kue
lebaran selama ramadan sebesar besarnya, makanya bisnis kue kering dan kue basah selalu menguntungkan boleh dibilang tidak  pernah rugi baik penghasil kue rumahan maupun pabrikan kue besar.

Hayo pernah denger belum ada kue expired EX lebaran yang dikembalikan dan dibuang pabrik tempat membuat dan  memproduksinya..?? rasanya tidak ada karena seandainya adapun kue kering tadi ada yang diolah dengan dicampur bahan baru lalu  diproduksi lagi..jadi rugi rasanya tidak mungkin. Buat masyarakat teliti sebelum membeli apalagi mengkonsumsi.


Semoga berguna dan jika ada msukan yang lebih detil silahkan saja.
Read More

Senin, 30 Juli 2012

Koleksi Software Tools Resetter Printer Epson Semua Tipe

| |
0 komentar
Buat sahabat blogger yang ingin mencari software tools resetter printer epson semua tipe bisa download disini, files berupa gabungan beberapa tools resetter printer epson dari model keluaran pertama sama yang terbaru tinggal dicocokin dengan printer yang akan diperbaiki.

Nama software tools resetter printer epson ini SSC service Utility terdiri dari beberapa versi, dari SSC utility 3.8, SSC utlity 4.0, SSC utlity 4.20 dan SSC utility 4.30. Jadi tinggal dicocokin saja sesuai merk printernya karena banyak yang tidak berhasil pada resetter printer epson dikarenakan satu tools untuk semua printer padahal beda printer beda versinya, nah klo yang ini tools paling komplit untuk semua printer epson, ada juga kok tutorialnya biar muda.

resetter-printer-epson

Dan ini list printer epson yang support dengan tools resetter printer yang ada dalam files download :

- Support for R270.
- Support for R240.
- Support for R340.
- Support for CX2800.
- Support for CX3900.
- Support for CX4900.
- Support for CX5900.
- Support for C58/C59.
- Support for RX640.
- Improved support for C2100/2200.
- Improved support for RX700.
- Improved support for R2400.
- Improved support for 785EPX/825/895/915.
- Some other improvements and bug fixes.
- Support for PM-970C.
- Support for PictureMate.
- Support for RX700.
- Support for R2400.
- Support for PM-A700.
- Support for PM-G720.
- Support for RX520.
- Support for CX7800.
- Support for CX4100.
- Support for DX3800.
- Support for CX3800/CX3810.
- Support for CX3700.
- Support for C67/68 and Photo Editions.
- Support for C87/C88/D88 and Photo Editions.
- Support for R220/R230.
- Support for R320.
- Support for CX4500.
- Support for CX3650.
- Various bug fixes.
- Ability to work with additional reset device.
- Support for CX4600.
- Support for CX5300.
- Support for CX5100.
- Support for RX420.
- Support for RX425.
- Support for RX620.
- Support for R1800.
- Epson Stylus Color 400
- Epson Stylus Color 440,
- Epson Stylus Color 480 LPT,
- Epson Stylus Color 480SXU / 580,
- Epson Stylus Color 600,
- Epson Stylus Color 640
- Epson Stylus Color 660
- Epson Stylus Color 670
- Epson Stylus Color 680 / 777
- Epson Stylus Color 740
- Epson Stylus Color 760
- Epson Stylus Color 800 / 850
- Epson Stylus Color 860
- Epson Stylus Color 880
- Epson Stylus Color 900 / EM-900C
- Epson Stylus Color 980
- Epson Stylus Color 1160
- Epson Stylus Color 1520
- Epson Stylus Color 3000
- Epson Stylus C20 / C40 / CL-750
- Epson Stylus C41 / C42 / C43 / C44 / C45 / C46 / C47 / C48
- Epson Stylus C50
- Epson Stylus C60
- Epson Stylus C61 / C62
- Epson Stylus C63 / C64
- Epson Stylus C65 / C66 and PE
- Epson Stylus C67 / C68 / D68 and PE
- Epson Stylus C70
- Epson Stylus C80
- Epson Stylus C82
- Epson Stylus C83 / C84
- Epson Stylus C85 / C86 and PE
- Epson Stylus C87 / C88 / D88 and PE
- Epson Stylus Photo RX420 / RX425 / RX430
- Epson Stylus Photo RX500 / RX510
- Epson Stylus Photo RX520
- Epson Stylus Photo RX600 / RX610
- Epson Stylus Photo RX620
- Epson Stylus Photo RX700
- Epson Stylus CX3100 / CX3200
- Epson Stylus CX3500 / CX3600 / CX3650
- Epson Stylus CX3700
- Epson Stylus CX3800 / CX3810 / DX3800
- Epson Stylus CX4500
- Epson Stylus CX4600
- Epson Stylus CX4100 / CX4200
- Epson Stylus CX4700 / CX4800
- Epson Stylus DX4200 / DX4800
- Epson Stylus CX5100 / CX5200
- Epson Stylus CX5300 / CX5400
- Epson Stylus CX6400 / CX6600
- Epson Stylus CX6300 / CX6500
- Epson Stylus CX7800
- Epson PictureMate
- Epson Stylus Photo
- Epson Stylus Photo EX
- Epson Stylus Photo 700 / IP-100
- Epson Stylus Photo 750 / PM-770C
- Epson Stylus Photo 780 / 790 / PM-780C
- Epson Stylus Photo 810 / 820
- Epson Stylus Photo 820
- Epson Stylus Photo 825 / 915
- Epson Stylus Photo 830 / 830U
- Epson Stylus Photo 870 / PM-875DC
- Epson Stylus Photo R200 / R210
- Epson Stylus Photo R220 / R230
- Epson Stylus Photo R300 / R310
- Epson Stylus Photo R320
- Epson Stylus Photo R800 / PX-G900
- Epson Stylus Photo R1800
- Epson Stylus Photo R2400
- Epson Stylus Photo 890
- Epson Stylus Photo PM-890C
- Epson Stylus Photo PM-A700
- Epson Stylus Photo PM-G720
- Epson Stylus Photo PM-970C
- Epson Stylus Photo 895/ 785EPX
- Epson Stylus Photo 900
- Epson Stylus Photo 925 / 935
- Epson Stylus Photo 950 / 960 / PM-950C
- Epson Stylus Photo 1200 / PM-3000C
- Epson Stylus Photo 1270 / PM-3300C
- Epson Stylus Photo 1280 / PM-3500C
- Epson Stylus Photo 1290
- Epson Stylus Photo 2000P
- Epson Stylus Photo 2100
- Epson Stylus Photo 2200 / PM-4000EPX
- Epson Stylus Pro 5000 / PM-5000C

Download Here

Read More
Diberdayakan oleh Blogger.